Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Produk>Perkakas>Apakah Plastik BPA-Free Benar-Benar Aman?

Apakah Plastik BPA-Free Benar-Benar Aman?

oleh: ihdasoduwuh     Pengarang : Ihda Soduwuh
ª
 
Untuk merancang plastik teraman, pertama-tama kita membutuhkan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada plastik di dunia nyata jika mereka pecah.

Peneliti dari University of Texas di Austin, the Lombardi Comprehensice Cancer Center di Georgetown University dan perusahaan CertiChem dan PlastiPuredari Austin, Texas mempublikasikan sebuah penelitian online pada 2 Maret 2011 di journal Environmental Health Perspectives.

Banyak konsumen yang sudah mencari produk komersial yang tidak mengandung Biphenol A (BPA), sebuah bahan kimia aktif estrogenically yang digunakan beberapa pabrik untuk membuat plastik dan keluar dari produk sepanjang waktu (bahan kimia aktif estrogenically ini adalah penyebab cacar lahir, kanker dan masalah kesehatan lainnya.)

Tapi BPA hanyalah bagian dari cerita. Untuk penelitian mereka, tim peneliti menguji lebih dari 500 produk konsumen bebas BPA untuk bahan kimia aktif estrogenically lainnya dan menemukan bahwa 92 persen produk telah melepaskan bahan kimia sangat berbahaya. Pelepasan akan sangat terlihat ketika produk mengalami tekanan biasa seperti dicuci, dimasukkan ke dalam mikrowave dan terpapar cahaya matahari.

Saat BPA sudah diketahui luas oleh masyarakat, mayoritas konsumen tidak menyadari bahwa ilmuan telah menemukan ribuan bahan kimia aktif estrogenically yang lain. Penemuan peneliti itu telah menunjukkan bahwa bahan kimia itu dideteksi dan selalu ada di material plastik yang bebas BPA dan produk konsumen, menurut sumber yang menjual eceran. Faktanya, peneliti menemukan bahwa banyak produk bebas BPA memiliki aktivitas estrogenic lebih tinggi daripada produk yang mengandung BPA yang mereka ganti.

Sebagai tambahan, penelitian ini menunjukkan konsumen bagaimana menggunakan angka daur ulang untuk menentukan keamanan plastikdan mungkin akan membuat konsumen berpikir kembali jika ingin menggunakannya lagi. Plastik memiliki angka daur ulang (1 sampai 7) yang menunjukkan cara mengukur tingkat bahan kimia aktif estrogenically dengan mudah. Tingkat tertinggi dideteksi berasal dari botol bayi dan botol minuman yang menggunakan Polyethersulfone (PES) atau polyethylene terephthalate glycol (PETG), di atas tingkat yang mengandung BPA, produk polycarbonate yang digantikan oleh plastik itu.

Berpindah dari plastik bukanlah jawaban, karena plastik memiliki keuntungan ekologis (ringan, bisa didaur ulang, dan memiliki konsumsi energi rendah saat pembuatan dan transportasi) dan mampu mengaktifkan inovasi yang meningkatkan kualitas hidup kebanyakan orang. Plastik seharusnya dan dan akan digunakan secara luas, tapi seharusnya segera dibuat lebih aman.

Dengan dukungan publik dan pribadi, termasuk dana dari NSF Small Business Innovation Research, PlastiPure sedang mengembangkan dan melakukan perijininan teknologi untuk formulasi, pemrosesan, dan memberi sertifikat plastik agar bebas dari semua bahan kimia aktif estrogenically. Penelitian terbaru menunjukkan produk plastik yang dibuat menggunakan teknologi ini dan melewati proses ini bisa dibandingkan dengan biaya produk konvensional.
Diterbitkan di: 05 Maret, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.