New York Times
Dapatkah kita menghilangkan ‘
stres’<
br/>G. Ravishankar
Mengapa orang mengalami stres? Kapan tingkat stres dianggap memuncak? Bagaimana mengendalikan stres? Yang paling penting adalah
dengan menganalisa alasan serta mengacu pada pengalaman psikologis setiap orang.
Analisa terperinci tentang stres dilakukan. Seperti digambarkan, stres seringkali diartikan sebagai tanggapan manusia pada setiap perubahan
atau tuntutan, baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Saat itulah respon stres muncul secara otomatis. Tuntutan itu bisa bersifat positif atau negatif (yaitu ketika orang menikah
dan dipromosikan jabatannnya, atau orang yang bercerai atau dipecat dari pekerjaannya). Semua itu memiliki respon psikologis yang sama. Respon stres itu dikoordinasikan dengan
tubuh oleh
sistem syaraf yang otonom atau otomatis. Sistem syaraf simpatik mengendalikan respon stres dan sistem syaraf parasimpatifk mengendalikan sebaliknya, yaitu respon relaksasi. Sistem endokrin juga melepaskan hormon sebagai tanggapan atas datangnya sumber stres.
Pada saat stres, sistem syaraf simpatik mengirimkan pesan pada otot-otot, organ dan kelenjar yang membuat tubuh memberikan reaksi. Zat kimia yang ampuh (seperti adrenalin), neurotransmitter, dan hormon ( seperti halnya kortison dan aldosteron) dilepaskan sehingga memiliki efek ganda pada tubuh. Semuanya itu membuat detak jantung bertambah pada aliran tekanan darah, pada produksi asam lambung, pada otot yang menegang dan dalam peredaran gula darah dan kolesterol, dan pada kekentalan darah yang membuat fungsi kekebalan tubuh menjadi abnormal. Disamping itu, stres seringkali memicu pola tindak yang justru meningkatkan stres. Dalam keadaan stres kita mungkin akan terjebak dalam hal yang membahayakan.
Menenangkan diri saat kondisi stres bukan pekerjaan mudah. Tetapi langkah-langkah berikut mungkin dapat membantu:
1. pejamkan mata anda
2. pikirkan sebanyak-banyaknya hal positif dalam hidup anda
3. pusatkan konsentrasi pada setiap baigan tubuh dengan tarikan nafas yang dalam tapi tenang
4. sebelum membuka mata, tertawalah dalam hati dan tenangkanlah diri anda.
Proses sederhana ini mungkin sulit. Namun jika diikuti dengan setia dan telaten, anda akan terbebas dari stres. Karena itu, hilangkan ‘stres’ dengan cara kreatif. Anda akan mendapatkan manfaat positif jika latihan ini dilakukan secara terus menerus.
Resensi lain tentang New York Times