• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Surat Kabar Nation

oleh : khanzaaqilla    


Ringkasan ini diterjemahkan dari THE NATION NEWSPAPER



MUTILASI ALAT KELAMIN WANITA (FGM)
(Surat kabar Nation - 30 Maret 2008)


PENYUNATAN ALAT KELAMIN WANITA - atau dikenal sebagai mutilasi alat kelamin wanita bisa dikatakan sebagai salah satu tradisi yang sangat membahayakan bagi wanita. Tradisi yang masih bertahan hingga abad ke 21 di Afrika, terutama Nigeria ini memiliki dampak yang membahayakan terutama bagi kesehatan reproduksi wanita. Angela Ehikioya (bukan nama sebenarnya), seorang penduduk asli Ibie selatan, di negara bagian Edo, mengalami dua kali kegagalan dalam perkawinan karena tidak adanya anak. Suatu hari, dia bertemu dan menikah dengan Ehis, seorang laki-laki dari negara bagian Edo.  Beberapa tahun kemudian, pasangan tersebut dikaruniai seorang bayi perempuan cantik bernama cynthia dan kemudian Angela hamil anak kedua. TRADISI KELUARGA - untuk menjaga tradisi keluarga bahwa setiap anak perempuan harus disunat, yang merupakan salah satu ritual  untuk mengumumkan kabar penting atas kelahiran anak kedua, Cynthia yang tak berdosa, pada saat berusia 3 tahun disunat pada tahun 2002 oleh kakek nenek nya. Seperti biasa, semua keluarga berharap penyunatan tersebut tidak manimbulkan komplikasi karena nenek cynthia adalah bidan berpengalaman. Namun, jauh dari harapan, penyunatan tersebut menyababkan cynthia mengalami kejang-kejang, pendarahan hebat dan akhirnya meninggal. DISLOKASI SOSIAL - anekdot mengenai dislokasi sosial yang disebabkan kasus-kasus mutilasi alat kelamin wanita belakangan ini semakin meningkat. Namun, ironisnya, banyak kasus mutilasi alat kelamin tersebut tidak terdeteksi oleh publik ataupun tersentuh media. Hal tersebut terjadi terutama karena budaya diam yang biasanya berada di sekitar isu mutilasi alat kelamin wanita, biasanya kebanyakan korban diam karena takut akan fictimisasi atau stigmatisasi. PERDAGANGAN YANG MENGUNTUNGKAN - di Afrika bagian lain, kondisinyapun tak jauh berbeda. Di Gambia, FGM disebut-sebut sebagai lahan basah untuk mendapatkan keuntungan secara cepat bagi pekerja sosial dengan menawarkan jasa dari  lokal anestesi hingga antibiotik. KONTROL SOSIAL - menurut para ahli, akibat dari FGM jauh melebihi sosial kontrol. Diperkirakan 3 juta gadis kecil setiap tahunnya beresiko mengalami FGM, kebanyakan dari mereka berada di Afrika.Sekitar 10 lembaga PBB juga telah meminta dikuranginya praktek tersebut per tahun 2015. Mereka menyatakan hanya political will dari pemerintah dan kesadaran dari masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lah yang mampu mengakhiri praktik FGM dikarenakan FGM merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat.     


Diterbitkan di: Mei 11, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.