Tirto Adhi Soerjo Oleh Prof. DR. Nina H. Lubis, M.S.
Judul Aseli: Calon Pahlawan Nasional
Nama lengkapnya Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Lahir di Blora tahun 1880. Ia dikenal sebagai tokoh
pers Indonesia. Pernah merasakan pendidikan di STOVIA tetapi tidak tamat. Sejak muda ia sudah menulis untuk surat kabar dan majalah berbahasa Jawa dan Belanda. Surat kabar pertama yang lahir
dari tangannya ialah Soenda Berita (1903-1906), dilucurkan dari Cianjur. Di Bogor, ia bersama sejumlah priyayi mendirikan Sarikat Prijaji, dan meluncurkan Medan Prijaji (1907). Pada masa kejayaan Medan Prijaji, oplahnya bisa mencapai 2000 eksemplar.
Ini menunjukkan betapa luas pengaruh media ini di kalangan priyayi.
Karya pena yang tajam, berani dan terus-terang pasti akan
mendapat perhatian lebih. Karena tulisan ia pernah dibuang ke Teluk Betung, Lampung. Pembuangan selama dua bulan ini dikarenakan ia dituduh melakukan penghinaan terhadap pejabat Belanda, Aspiran Kontrolir Purworejo A. Simon.
Tirto kembali mendapat masalah ketika mengungkit
Bupati Rembang, R. Adipati Djojodiningrat. Tirto menyebut sang bupati telah menyalahgunakan kekuasaannya. Ia juga menyebutkan Residen Ravenswaai dan Residen Boissevain menghalang-halangi putra R. Adipati Djodjodiningrat menjadi bupati. Akibat karya penanya ini, ia kembali mendapat ranjau pers. Ia dikenakan hukum buang ke Ambon selama enam bulan.
Pulang dari Ambon, ia sakit-sakitan. Tirto meninggal pada 7 Desember 1918.
Resensi lain tentang Pikiran Rakyat