.
Media
oleh
:
Nero83
-
Summary rating: 5 stars
(1 Tinjauan)
-
Kunjungan : 2
-
kata:300
-
Comments
:
0
Bank CIMB Niaga mentargetkan jumlah pemegang kartu kredit hingga akhir 2009 mencapai 700 ribu nasabah atau seniali
dengan Rp1,5 triliun.
Demikian disampaikan oleh Direktur Ritel Suhaimin Djohan, di Jakarta, Kamis (10/9).
"Penggunaan untuk tahun ini cenderung naik. Kita juga targetkan kenaikan sampai 700ribu,"katanya.
Suhaimin menjelaskan, hingga Agustus tahun ini, jumlah pemegang kartu kredit telah mencapai 623 ribu nasabah atau senilai Rp1,4 triliun. Sementara tahun lalu, jumlah pemegnag kartu kredit setara dengan Rp1,2 triliun.
Menurut Suhaimin, target yang ditetapkan optimis untuk dicapai. Pasalnya, hingga saat ini pasar kartu kredit di Indonesia masih sangat potensial.
"Market share kita secara keseluruhan baru 10 persen. Yang lain masih pakai cash. Untuk itu kita mau ambil market yang 90 persen. Tidak mungkin saat ini belanja Rp20ribu atau Rp50ribu bayar pakai kartu kredit. Tapi ke depan, kita akan adakan itu," katanya.
Suhaimin mengungkapkan, terjadi peningkatan transaksi kartu kredit pada bulan Ramadhan dan Lebaran sebesar 20 persen dibanding bulan biasa.
"Bulan Ramadhan dan Lebaran biasanya naik 20 persen sampai 30 persedn dibanding bulan biasa. Jadi kalau transaksi per hari biasanya Rp450 miliar, di bulan puasa menjadi Rp500 miliar sampai Rp550 miliar," katanya.
Kenaikan tersebut, lanjut Suhaimin, akan terus terjadi hingga akhir tahun dengan adanya libur Natal dan tahun baru.
"Itu kan peak season. Musim libur. Kalau musim libur pasti transaksi kartu kredit meningkat. Untuk liburan, untuk travelling," ujarnya.
Selain kartu kredit, sambungnya, terjadi peningkatan pada sektor penyalura kredit KPR dan kredit otomotif. Dibanding bulan biasa, pada bulan puasa, Lebaran dan musim liburan akhir tahu, KPR mengalami peningkatan sebesar 20 persen hingga 30 persen. Sementara untuk kredit otomotif meningkat sebesar 15 persen.
"Otomotif biasanya Rp700 miliar per bulan. Sampai bulan Agustus angkanya segitu. Tapi sekarang cenderung naik, dan kemungkinan menjadi Rp750 miliar per bulan,"katanya. (DU/OL-7)
Diterbitkan di:
September 10, 2009