Anima Kota. Jiwa(anima) bukan ego. Jiwa, kata Thomas Moore dalam bukunya "Care of The Soul"
adalah kedalaman tak terbatas
seseorang, sebuah masyarakat, sebuah
kota, yang terdiri dari banyak aspek misterius yang berjalan bersama,
membentuk identitas kita, identitas masyarakat, identitas kota. Jiwa,
misteri yang kita tangkap sekilas ketika memandang dalam-dalam diri
kita, adalah bagian dari jiwa yang lebih besar, jiwa dunia (anima mundi).
Ia mempengaruhi setiap benda, apakah itu alama atau buatan dan rekayasa
manusia. Anda dan saya punya jiwa, pohon di muka rumah Anda punya jiwa,
demikian pula komputer yang ada di hadapan Anda sekarang.Gagasan
ini memang akan terasa aneh. Soalnya kita telanjur percaya mesin dan
rekayasa pabrikan sebagai keajaiban otak dan teknologi manusia. Tetapi
kalau kita perhatikan, tampaknya setiap objek menyatakan dirinya,
sekalipun bukan dalam bentuk bahasa, tetapi dalam individualitasnya
sendiri yang menonjol. Seekor anjing mengungkapkan jiwanya dalam
penampilannya yang menarik, dalam kebiasaannya, dan dalam gayanya yang
khas. Demikian pula benda-benda di alam menampilkan dirinya dalam
kekhasan yang luar biasa. Kekuatan dan keindahan laut, sungai, gunung
memberinya rupa yang mengesankan.
Gedung-gedung yang menjulang tingg di
tengah kota menampilkan diri sebagai individu yang setiap bagiannya
mempunyai jiwa seperti kita.Kita bisa sangat terpengaruh oleh
benda-benda alam. Di kota tempat saya tinggal, yakni Makassar, Pantai Losari, misalnya, menawarkan fokus emosional
yang mendalam kepada kehidupan warga kota, baik secara pribadi maupun
bersama.Bulan ini, Harian Fajar yang terbesar di kota ini pindah
kantor. Ini barangkali dapat jadi contoh. Ketika memaklumkan pindah
kantor, koran itu mengulas kembali bagaimana sejarah perjalanannya
hingga kini. Kali ini bukannya menonjolkan gedung baru yang konon
tertinggi di kota ini, tulisan lebih banyak mengisahkan gedung tua di
Jl. Achmad Yani, dari gedung berlantai kayu, kemudian berkarpet. Dalam
ketuaan gedung itu memiliki ikatan jiwa
dengan para pemimpin senior
hingga mereka yang lebih muda di koran Fajar. Tentu saja, gedung yang
baru saja mereka tinggalkan mempunyai ikatan emosional yang dalam bagi
semua warga koran itu.Baru-baru ini, TNI mengosongkan paksa
beberapa rumah di beberapa kompleks TNI. Pengosongan itu ditentang oleh
para penghuni, yang walaupun bukan lagi anggota TNI seperti orang tua
mereka dulu, merasa sudah menjadi bagian dari rumah itu. Rumah,
sebagaimana benda-benda lain bisa memiliki keterikatan dengan kita dan
menemukan kepenuhan makna di dalamnya, bersama dengan nilai-nilai dan
kenangan hangat yang dirasakan secara mendalam oleh anggota keluarga
mantan prajurit TNI ini.Kita memang mengenal rasa keterikatan ini,
tetapi kita cenderung tidak menganggapnya serius dan membiarkannya
menjadi bagian dari pandangan dunia kita. Inilah yang diabaikan oleh
para pengambil kebijakan di tubuh TNI sehingga pengosongan rumah
kebanyakan dilakukan secara paksa.Seandainya saja kita memandang
dengan lebih serius kemampuan benda-benda, situs-situs untuk dekat
dengan kita, dan membiarkan mengungkapkan keindahannya dan
subjektivitasnya yang ekspresif , hasilnya adalah ekologi jiwa, adanya
rasa cinta dan tanggung jawab terhadap benda-benda atau situs-situs
berdasarkan apresiasi dan keterhubungan.Hubungan dengan
benda-benda, yang kita rasakan tidak akan membiarkan kita mencemarinya
atau merusakkannya. Kita tidak bisa membiarkan jalan-jalan kotor,
selokan-selokan dipenuhi sampah membusuk, atau sungai dan lautan
menjadi sistem selokan bagi industri yang mencemari secara buruk.Kita
hanya bisa memperlakukan dengan buruk benda-benda yang jiwanya tidak
kita hormati. Ketika kita menebang pohon-pohon tanpa pandang bulu,
meratakan bangunan-bagunan tua bersejarah, menimbun sungai, lautan,
sawah dan kebun secara membabi buta, itulah pertanda kita tidak
menghormati jiwanya, bersamaan dengan itu hilang pula keterhubungan
kita yang mendalam. Ini bukanlah sentimentalisasi atau idealisasi
benda-benda tetapi lebih tepatnya rasa kehidupan bersama yang diperluas
kepada benda-benda, yang membentuk lingkungan dan kota kita.