JAKARTA, MINGGU - Pelari putra nasional Jauhari Johan mengaku sulit untuk menembus waktu tempuh minimal agar dapat lolos ke Olimpiade Beijing, Agustus nanti. Satu-satunya kesempatan untuk mengejar batasan tersebut hanya diperolehnya saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur, 6-17 Juli 2008.
"(Untuk lolos ke) Olimpiade, batas waktu minimal 13:50. Berat untuk bisa ke situ," kata Jauhari usai memecahkan rekor nasional dalam lomba Sports Station 5K 2008 di Jakarta, Minggu (18/5).
Jauhari mengatakan, waktu tercepatnya baru sampai 14:35 menit untuk nomor 5.000 meter, itupun tidak diperoleh pada turnamen resmi. Di PON nanti, Jauhari akan turun di nomor 1.500, 5.000, dan 10.000 meter. Nomor terakhir juga sulit ditembusnya karena waktu minimal yang ditentukan adalah 10:32, sementara waktu tercepat Jauhari adalah 29:05.
Hingga kini, hanya ada satu pelari yang sudah pasti lolos ke turnamen di Beijing nanti. Atlet itu adalah Suryo Agung Wibowo yang akan turun di nomor 100 meter.
Di bagian putri, atlet nasional justru belum memastikan satu pun tempat di turnamen empat tahunan tersebut. Trianingsih yang baru saja memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri masih berharap dapat lolos ke Beijing. Saat ini atlet asal Locomotive Athletics Club, Salatiga, Jawa Tengah, tersebut sedang mempersiapkan diri untuk ikut dalam nomor 5.000 dan 10.000 meter di Taiwan Terbuka, akhir Mei mendatang. Trianingsih juga masih berlaga di nomor yang sama pada PON XVII nanti untuk mengejar batas minimal 15:22 menit di nomor 5.000 meter.
Sekretatis Jenderal Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Tigor Tanjung mengatakan, PASI masih menyimpan satu jatah kuota untuk kategori putri. PASI masih akan menunggu PON Kaltim untuk melihat atlet mana yang lolos kualifikasi Olimpiade. Jika tidak ada atlet yang lolos kualifikasi tersebut, PASI akan memilih siapa atlet yang akan dikirimnya untuk mendapat wildcard di cabang atletik putri pada 23 Juli 2008.
Abstrak lain tentang Kompas