Kehidupan jaman sekarang dapat di bilang semakin susah dan dapat dikatakan semakin morat marit dalam hal perekonomian. Terutama di kota besar seperti Jakarta, sangat disayangkan jika pemerintah tidak segera turun tangan apalagi menjelang PEMILU 2009 yang semakin dekat. Faktor yang sangat berpengaruh dalam suksesnya sebuah pemilihan kepala negara, kepala daerah , wakil rakyat dan lain –lain terletak pada keantusiasan rakyatnya. Harus perlu diketahui bahwa peran rakyat ini tidak bisa dilupakan dan harus meresponi segala permasalahan yang ada seperti sekarang ini.
Para wakil rakyat dan para pejabat pemerintahan sepertinya sudah menutup telinga dan tidak mau mendengarkan apa permasalahan yang dihadapi rakyatnya.
Sebagai salah satu contoh yang hari – hari terakhir ini muncul mengenai kenaikan BBM yang di picu naiknya beberapa kebutuhan pokok. Apakah yang dapat dilakukan pemerintah? Dimanakah subsidi pemerintah?
Kenaikan BBM pada minggu terakhir ini membuat sebahagian besar para spekulan membuat onar, apakah yang dapat dilakukan pemerintah?
Beralihnya penggunaan minyak tanah ke gas elpiji, tabung gas sangat sulit didapatkan dan sangat mahal harganya, apakah tindakan pemerintah sampai saat ini, apakah spekulan dapat ditindak sesuai dengan perbuatannya?
Kelangkaan gas elpiji dan sulit mendapatkannya ditambahkan melejitnya harga minyak tanah menjadi sebuah poin yang buruk bagi pejabat pemerintah. Pemerintah boleh menganjurkan dan harus memakai gas elpiji bagi kebutuhan rumah tangga, namun jika harga dan tabungnya sulit didapatkan, mau dikemanakan rakyatnya? Jangan disalahkan dan kaget jika permasalahan ini sampai ada yang mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis akibat peliknya tuntutan hidup.
Dimanakah fungsi pejabat pemerintah dan wakil rakyat untuk menuntaskan hal ini, apakah dibalik semua ini pejabat sendiri yang menjadi spekulan? Bagi para pembaca artikel ini mohon berikan komentar untuk membantu para pembela rakyat dan memperjuangkannya. Ingat pemilu 2009 sangat dipengaruhi oleh rakyatnya.
Abstrak lain tentang Pemilu 2009 VS Rakyat