Samuel Mulia seorang penulis mode
dan gaya hidup yang setiap minggu tulisanhya menghiasi halaman Kompas
dengan rubriknya Parodi minggu ini seakan mengajak
kita untuk bersiap menghadapi datangnya tahun
Tikus ya tikus si binatang pengerat, Diawali dengan cerita tentang pengalamannya membaca buku
ramalan yang mengakibatkan kekecewaan yang didapatnya karena Samuel yang menurut dia sendiri bershio bingung antara macan atau kelinci,
harus berhati-
hati di tahun Tikus ini, Ya, berhati – hati dengan ini dengan itu, atau entahlah Samuel saja tidak tau apalagi saya. Yang jelas setelah memaca ramalan- ramalan tersebut Samuel merasa sangat kecewa karena menurutnya tahun tikus ini berbanding terbalik dengan tahun Babi yang menurutnya adalah puncak keemasan.terutama kehidupan Rohaninya, yang apabila hidup ini diibaratkan sebuah rapor maka nilai pendidikan agamanya adalah yang tertinggi dibanding matematika dan kimia. Menurutnya dengan nilai rapor yang seperti itu kehidupan duniawinya juga lebih bagus bahkan Samuel berani mengambil kesimpulan kalu ingn memiliki nilai rapor yang bagus makaa kita harus membenahi hubungan yang vertical dalm kata lain hubungan dengan sang Pencipta Alam..namun ternyata kesimpulan itu kandas oleh ramalan-ramalan yang tidak jelas yang menyarankan Samuel hati-hati dengan kesehatan, memperbesar networking, jangan sombong, kondisi keuangan agak seret, harus kerja keras dan rajin menabung, yang kesemuanya itu sempat diutarakan kepada teman – temanya namun apa yang didapatnya hanya lah kata “Guoblok” karena menurut temannya masa depan kita buku di buku ramalan atau ditanggan kita tapi ditanggan yang menciptakan kita, dan berbuat baik, menabung, gak sombong, menjaga kesehatan, berhati – hati tidak hanya dilakukan ditahun Tikus tapi harus dilakukan selama kita hidup. Akhirnya si Geblek begitu sebutan baru Samuel mendapat sebuah pencerahan bahwa ramalan belum tentu akan terjadi seperti yang telah diramalkan, sementara dengan Sang Khalik semuanya sudah pasti.diakhir tulisanya Samuel mengajak kita untuk membuat rencana kedepan, baca Koran atau cari sumber berita yang mendukung rencana Anda, sediakan waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan badan dan mental anda, dan jangan percaya dengan ramalan negative yang diterjemahkan dengan kata hati-hati itu adalah kekeliruan yang sangat besar. Karena menurutnya tak ada hal negative dalam hal ini, yang diumpamakan seperti tuts piano itam dan putih yang saling melengkapi untuk menghasilkan Nada yang indah.seperti halnya hidup ini perlu keseimbangan. Kesimpulan kita harus berpikir positif ,itu yang tidak akan mengoyahkan kita dari buku ramalan yang menjadikan Samuel Gontai Akhirnya kita memang harus membuat Rencana kedepan bukan berdasar kalimat nanti kalau dapat ini.. maka… Atau seperti Badan Meteorologi dan Geofisika begitulah setidaknya harapan dari siGeblek yang nyaris tepar yang masih Gontai (menurut temanya)
Resensi lain tentang Kompas