Pohon (Bukan) sahabat
Kita , tak kenal maka tak sayang , itulah sebait kata yang tertera pada sebuah lembaran Harian kompas terbittan Selasa 18 Desember 2007.tulisan yang seolah-olah menyadarkan kita
tentang alam terutama tanaman bernama Pohon,ditulis dengan gaya yang tegas cukup jelas dan
bahkan menghadirkan beberapa tokoh dalam mengemukakan pendapetnya tentang Pohon. Ironis memang
Pohon yang setiap hari selalu kita jumpai baik saat kita pergi kekantor, ke sekolah
atau bahkan kita kampanyekan dengan slogan “Menanam sejuta Pohon”tapi kita tidak pernah tau pohin apakah yang sering kita lihat atau bahkan kita tanam tersebut. Bahkan menurut beberapa Responden yang Rata-Rata pelajar Sekolah Menenggah Tingkat Atas juga tidak banyak yang tau, karena menurut mereka pelajarn tentang Pohon tidak mendapat Porsi yang banyak sebagai mata pelajaran,malah bisa dikatakan tidak pernah diajarkan sama sekali. Padahal kita memiliki beraneka pohon yang
mungkin setiap Daerah mimiliki suatu pohon yang lain dari pada yang lain dari hutan Sumatra.Sulawesi, Kalimantan bahkan sampai Irian jaya.. Namun sepertinya hanya sedikit Orang yang
tahu namanya dan tahu manfaatnya itupun Meraka-Mereka yang sudah berumur. Mungkin memang ajakan untuk menambah jam pelajaran disekolah tentang pepohonan bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk ikut melestarikan alam sekitar kita tentu saja dengan tindakan nyata seperti penanaman Pohon ditengah kota yang dapat dijadikan sebagai paru-paru kota atau yang lebih terkenal dengan sebutan “Jalur Hijau” Mungkin wacana ini hanya akan menjadi sekedar wacana yang tidak akan memberi arti apa-apa tapi setidaknya menyadarkan kita untuk peduli dengan lingkungan disekitar kita. Setelah saya membaca Artikel tersebut saya ingin memberikan sebuah pertanyaan kepada Anda yaitu ”pohon apakah yang sudah anda temui sehari ini?”
Resensi lain tentang Kompas