.

Kompas

Summary rating: 3 stars 1 Tinjauan
Review by : HSTN
Kunjungan : 42  kata: 600   Diterbitkan di: Desember 19, 2007
Frans Sarong, seakan mengajak kita untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita, melalui sebuah tulisannya di Harian Kompas yang di terbitkan pada Selasa 18 Desember 2007, dengan judul “Bangunan keran air dan Parpol yang Bohong”, yang mengangkat sesuatu yang mungkin selama ini memang sudah menjadi bagian Dari kehidupan kita sehari-hari namun kita tidak pernah menyadarinya, Sebuah tulisan yang dibawakan dengan alur cerita yang mudah untuk kita ikuti yang dialami sendiri oleh sang Penulis, sebuah tulisan yang diangkat dari kehidupan masyarakat yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan Metropolitan, masyarakat yang harus berjuang bertahan hidup walaupun harus berjalan 2,5 kilometer setiap hari hanya untuk mendapatkan air bersih, Masyarakat yang benar-benar tidak pernah tau kapan air bersih yang pernah dijanjikan sebuah partai politik peserta PEMILU 2004 akan dapat dinikmatinya. Labuhan Jontal,Sumbawa,NTT itulah daerah yang ingin diangkat Frans Sarong daerah yang banyak orang tidak pernah tahu, Daerah yang menghadap Teluk Saleh ini seakan ingin memberi tahu kita salah satu contoh kehidupan saudara-saudara kita yang senantiasa selalu bergumul dalam kesusahan, memang mereka sudah dapat menikmati terangnya malam dikarenakan Listrik yang sudah mampu merambah daerah mereka, tapi tidak demikian dengan Air bersih dan Pendidikan,untuk mendapakan air bersih mereka harus membeli Rp 1.500 per jerigen berisi 20 liter, ada juga yang dijual per drum seharga Rp 12.000, itupun mereka harus berjalan 20 kilometer. Dalam dunia Pendidikanpun mereka harus menambah biaya Ekstra karena di Labuan Jontal tidak ada SMP dan SMA sehingga Anak-Anak yang ingin melanjutkan pendidikan selepas SD harus menyediakan Uang setidaknya Rp.4000 per hari untuk transportasi.sudah tentu itu diluar biaya Pendidikan yang harus dipenuhi setiap bulannya. Labuan Jontal adalah daerah yang paling dekat dengan Pulau Panjang dan Pulau Meriam, dua Pulau yang dijual via Internet. Kesengsaraan Warga Labuan Jontal ternyata tidak sampai disitu saja pada musim penghujan mereka juga harus mengungsikan Kambing-Kanbing ternak mereka ketempat yang lebih tinggi dikarenakan datangnya Pasang naik air Laut. Apapun yang ingin disampaikan sang penulis sudah sepantasnya kita turut prihatin dengan kondisi yang Mereka alami atau kita malah akan menjadi seperti sebuah PARPOL peserta PEMILU 2004 yang menbangun tiang keran Air yang ternyata bohong belaka, karena tiang tersebut dibangun tanpa pipa saluran air, apakah kebohongan seperti itu akan terulang lagi pada PEMILU 2009?Entahlah?Saya harap mereka sudah cukup pintar untuk dapat memilih mana yang terbaik untuk Mereka.

Resensi lain tentang Kompas
Kompas         
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------