Bush, Presiden
AS Terburuk Washington,
Sabtu - Hasil jajak pendapat yang dilakukan Gallup Poll menunjukkan
George W Bush
adalah presiden AS terburuk
sepanjang sejarah modern AS.
Atau setidaknya, sepanjang jajak pendapat dilakukan. Sejarawan
masih akan menentukan di mana Bush mereka tempatkan. Sejauh ini, Bush
adalah satu-satunya presiden yang paling memudar popularitasnya pada
akhir masa jabatan. Dari
hasil Gallup Poll yang diumumkan pekan ini terlihat bahwa 64 persen
warga AS tidak menyetujui cara kerja pemimpinnya. Ini cukup buruk. Dua
pertiga warga sudah berpikiran bahwa pemimpinnya tak mempunyai
kompetensi. Khusus
soal Bush sendiri, sekitar 50 persen menyatakan tidak mendukung cara
kerja Bush. "Ini adalah tingkat penolakan tertinggi selama Gallup
melakukan jajak pendapat," kata Eugene Robinson, seorang kolumnis di
harian AS, Washington Post, Sabtu (10/11). Bush
juga mengalahkan Presiden AS terburuk sebelumnya, Richard Nixon, yang
jatuh karena skandal Watergate. Tahun 1974, sekitar 48 persen warga
menyatakan tidak mendukung Nixon. Tinggalkan warisan
buruk Menurut
Robinson, Bush juga mewariskan penggantinya pekerjaan buruk. Bush,
misalnya, mendukung diktator Presiden Pakistan Pervez Musharraf. "Ini
bertentangan dengan ucapan Bush sendiri soal demokrasi," kata Robinson.
Presiden
AS berikutnya juga akan dihadapkan pada isu Irak, Afganistan yang tak
kunjung selesai. Juga ada warisan buruk soal kasus Guantanamo, penjara
rahasia AS dengan pelanggaran hak asasi manusia tingkat tinggi. Ekonom
AS, peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001, Joseph E Stiglitz, juga
menuliskan bahwa Bush adalah Presiden AS terburuk sepanjang sejarah.
Stiglitz memberikan penilaian itu berdasarkan kinerja Bush soal
ekonomi. Bahkan,
penilaian Stiglitz soal Bush itu lebih jelek lagi dari penilaian ekonom
AS terkenal lainnya soal Bush. Ia adalah Paul Kruman, yang merupakan
musuh paling berat Bush soal ekonomi. Dalam
wawancara dengan televisi CNN, pebisnis terkenal AS Donald Trump juga
mengatakan hal serupa. "Bush adalah presiden terburuk sepanjang sejarah
AS," kata Trump, yang malah memuji Presiden Rusia Vladimir Putin
sebagai salah satu politisi kontemporer paling sukses.
(REUTERS/AP/AFP/MON)
Resensi lain tentang Kompas