Anwar: Badawi Munafik
Polisi Bubarkan
Aksi Oposisi KUALA LUMPUR,
Sabtu - Tokoh Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, menjuluki PM Abdullah
Ahmad Badawi sebagai munafik. Anwar mengatakan itu karena Badawi
menyatakan aksi oposisi yang turun ke jalanan sebagai ilegal. Polisi
Malaysia juga bertindak brutal dengan mementungi warga sendiri yang
melakukan protes.
Sekitar
30.000 pendukung oposisi melakukan protes terbesar dalam satu dekade
terakhir, Sabtu (11/10)
di Kuala Lumpur.
Mereka menuntut demokrasi
dan kebebasan berekspresi. Aksi itu digerakkan Bersih, koalisi dari 70
partai oposisi dan organisasi kelompok nonpemerintah.
Mereka
memprotes praktik penipuan pada
pemilu yang selalu menguntungkan
Barisan Nasional (BN). BN adalah koalisi partai yang memerintah
Malaysia dan Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) adalah partai
utamanya.
Kelompok
pembela hak asasi manusia (HAM) yang bermarkas di New York, Amerika
Serikat, Human Rights Watch (HRW), mengatakan, pemilu di Malaysia sarat
politik uang, menggunakan uang negara untuk kepentingan BN, menekan
Komisi Pemilu agar berpihak pada BN, mengerahkan pegawai pemerintah
demi kepentingan BN.
Sebagian
pemrotes menggunakan kaus oblong bertuliskan "Bersih". Mereka berjalan
menuju stasiun kereta utama Kuala Lumpur, sebagian lagi memadati
Lapangan Merdeka di Kuala Lumpur. Demonstran terpecah-pecah karena
dihalangi aparat membentuk kerumunan.
Para
oposisi meneriakkan kata "Reformasi", serta membawa spanduk bertuliskan
"Selamatkan Malaysia", "Komisi Pemilu, Hentikan Tipu Muslihatmu!"
Polisi menghalau demonstran dengan menggunakan semprotan air dan gas air mata. Polisi juga menangkap puluhan orang.
Sebagian
pemrotes berjalan menuju Istana Kerajaan Malaysia. Di sana oposisi
menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pihak Kerajaan. Pihak oposisi
mengatakan akan melakukan aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak
dipenuhi.
Resensi lain tentang Kompas