Ponsel hilang, siapa takut Pernahkah Anda
atau orang terdekat Anda mengeluh akibat kehilangan ponsel? Risiko pindah tangan
Ponsel akibat tertinggal, terjatuh, kecopetan, atau lupa taruh sangat mungkin terjadi
di tengah rutinitas kesibukan
dan aktivitas sehari-hari.
Kecemasan pemilik tentu tidak berhenti samapai di situ, mengingat di sebuah ponsel biasanya telah memuat banyak data seperti nomor kontak orang-orang penting, data pribadi, gambar-gambar atau bahkan data yang bersifat sensitif atau rahasia.
Bem, salah satu rekan penulis, mengaku pernah kehilangan sembilan unit ponsel dalam dua tahun. Bahkan penulis sendiri pun pernah dua kali kehilangan ponsel meskipun salah satunya akhirnya kembali setelah sempat berpindah tangan. Kehilangan ponsel tentu menjengkelkan. Di Singapura yang terkenal aman sekalipun, berdasarkan pemberitaan Straits Times, pencurian ponsel terjadi sekali dalam dua jam. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang jumlah penduduk dan penggunanya sangat besar?
Kehilangan ponsel tentu bukan disesali hanya karena harganya yang mahal yaitu antara US$500 sampai US$2.000, tetapi
juga mengingat ponsel saat ini tidak lagi sekadar alat telekomunikasi.
Banyak fitur melengkapinya. Saat ini ponsel sudah bisa disebut sebagai agenda atau kalender, buku telepon, pemutar musik, e-mail, web browser dan sudah mewujud seperti halnya komputer.
Belum lagi ke depannya, ponsel tentu sudah sangat berperan sebagai alat untuk transaksi online, e-wallet, transaksi kartu kredit dan sebagainya.
Berangkat dari pengalaman yang sama, yaitu kehilangan ponsel, sekompok anak muda alumni Natioal University of Singapore mengerjakan proyek hobi yaitu mengembangkan
software yang
dapat mengunci akses pada ponsel yang hilang.
Setelah berhasil menyempurnakan dan mendapat sertifikasi dari Symbian, peranti lunak pengaman yang disebut WaveSecure Lite itupun akhirnya di pasarkan. Mereka pun memutuskan berbisnis dengan menanam modal dalam riset dan pengembangan dan membentuk perusahaan bernama tenCube.
Darius Cheung, Chief Executive Officer tenCube, menuturkan cara kerja software yang diinstalasi di ponsel itu mengandalkan nomor IMEI pada ponsel. Bukan pada nomor kartu SIM.
Satu software hanya dapat berfungsi pada satu ponsel dan telah menggunakan pengaman yang tidak memungkinkan untuk dibajak. Aplikasi WaveSecure, paparnya, membantu pengguna mengunci ponselnya dengan pengendalian secara jarak jauh sehingga ponsel sama sekali tidak dapat digunakan oleh siapa pun yang telah menemukan atau mencuri ponselnya.
Symbian & WindowsPesan saat dikunci adalah This is lock phone please call 0811XXXXX to return. US$300 reward. Thx Peter. Pengguna juga dimungkinkan mengatur atau menyusun pesan lock dengan kalimat yang sesuai keinginannya. Bahkan penemu atau pencuri ponsel itu bisa mati kutu karena bunyin alarm.
Peranti lunak itu juga memiliki fitur yang memungkinkan pengiriman SMS pemberitahuan kepada sejumlah nomor orang terdekat pengguna bahwa ponsel sedang tidak di tangan pemilik.
Jadi secara sederhana, cara kerja WaveSecure adalah mengunci (lock), meng-customize pesan penguncian dan mengunci otomatis (autolock) saat mengubah kartu SIM.
Software itu juga memungkinkan tracking kartu SIM, di mana pengguna dapat mengetahui siapa pengguna baru ponselnya. Hal itu karena, ia akan memperoleh informasi tentang nomor kartu SIM yang saat itu digunakan ponselnya yang hilang. Dengan begitu, pengguna dapat menghubungi seseorang yang tengah menggunakan ponselnya tersebut.
WaveSecure dikembangkan dengan basis Symbian maupun versi Windows dan akan dilanjutkan untuk basis sistem operasi ponsel dan model-model baru berikutnya.
Menurut Darius, versi kedua yang akan diluncurkan April 2008 memiliki tambahan fungsi di antaranya dapat memproteksi konten bahkan pada kartu memori. Di samping itu fungsi penghapusan (wipe out) juga tersedia di samping fungsi back-up data melalui web.
Fungsi lainnya di versi kedua juga memungkinkan back up manual, restorasi data dari web ke ponsel, transfer data mudah saat berganti ponsel.
Sementara itu, fungsi wipe out dapat dipilih misalnya untuk kebutuhan selektif seperti untuk menghapus kontak saja, pesan saja, gambar saja dan sebagainya. Fungsi itu juga memungkinkan penghapusan data secara menyeluruh secara permanen.
Pengembang software itu juga telah menjalin kerja sama dengan vendor ponsel besar seperti Nokia untuk menjajaki layanan bagi penggunanya.
Di Indonesia penjualan software ini akan didistribusikan melalui PT Elektrindo Duta Abadi dan pada tahap awal hanya mengandalkan dua layer pemasok dan rencananya dipasarkan dengan harga dibawah Rp100.000 per CD.
Saat ini software tersebut dapat diinstalasi di peranti bergerak maupun ponsel cerdas yang laris di pasaran seperti Nokia, Dopod, O2 XDA, Samsung, Palm Treo, Motorola, Panasonic, HP, HTC, Asus dan E-Ten.
WaveSecure Lite versi individu telah mendapat sambutan dari pasar terbukti dalam 60 hari sejak peluncuran Desember 2007 penggunanya diklaim mencapai 35.000 orang.
Sementara versi korporasinya yang diluncurkan Juni 2006 telah diserap Singapore Police Force, Singapore Ministry of Defence dan sejumlah perusahaan, lembaga dan instansi lainnya. Nah tunggu apa lagi segera amankan ponsel dan data Anda. (roni.yunianto@bisnis.co.id)
Oleh
Roni YuniantoWartawan Bisnis Indonesia
Resensi lain tentang Bisnis Indonesia