Tulis ringkasan Anda di sini. 120 Ribu Ha Lahan di Jateng Rusak
Harus ada upaya pemulihan lahan
Seluas 120 ribu Ha lahan yang ada di Jawa Tengah saat ini dalam keadaan memprihatinkan dan perlu perhatian khusus. Saat ini Pemerintah Pusat beserta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan kegiatan pemulihan kembali lahan yang rusak tersebut. Dari 120 ribu Ha, lahan yang rusak, kini luasan tersebut tinggal 42 ribu Ha. Hal tersebut diungkapkan
oleh Ketua Tim Penilai Pelaksanaan GERHAN (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) Jawa Tengah Ir. Triyono, M.IP, Senin (14/5) di Semarang.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kerusakan lahan di berbagai kawasan di Jawa Tengah tersebut telah banyak menimbulkan berbagai bencana alam, yang mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat. Berbagai becana yang ditimbulkan oleh kerusakan lahan, antara lain banjir, tanah longsor, rusaknya irigasi, waduk yang mengering, serta rusaknya berbagai sumber mata air. Pemerintah tetap komitmen untuk memperhatikan pemulihan lahan yang rusak meskipun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Salah satu upaya pemerintah untuk mendorong kelompok
tani melakukan aktifitas pemulihan lahan rusak adalah melalui lomba GERHAN,
baik tingkat propinsi maupun tingkat kota dan tingkat kabupaten. Triyono
juga mencontohkan keberhasilan Gerhan yang dilakukan oleh kelompok tani Jati Makmur Desa Tegalrejo, Kec.Wirosari Kabupaten Grobogan yang membudidayakan tanaman jati dan mangga dalam pemulihan lahan. Menurutnya pemulihan yang dilakukan kelompok tani yang pernah meraih juara pada Gerhan 2004 tersebut sekarang sudah tumbuh
dengan baik sekitar 98%.
Dia juga menghimbau kepada seluruh warga Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan pemulihan lahan-lahan disekitar meraka yang dinilai telah rusak dan tidak produktif. “Dengan pengolahan yang teratur dan perawatan yang baik, kemungkinan berhasil
seperti yang dilakukan oleh kelompok tani di Grobogan juga tinggi,” tandasnya.
Saat ini warga tidak bisa terus menggantungkan tanggung jawab kepada pemerintah semata. Hal ini karena kerusakan lahan di Jawa Tengah pada pertengahan 2006 kembali meningkat, akibat letusan Gunung Merapi, dan kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Merbabu, Sumbing, dan Sindoro.
Resensi lain tentang Berita Buana