Tulis ringkasan Anda di sini.
Kaukus
Pendidikan Upayakan “Impeachment” Presiden SBY
- Dinilai Langgar Undang - Undang Dasar 1945 -
Sejumlah anggota DPR-RI, yang tergabung
dalam Kaukus Pendidikan, Jum’at (11/5) kemarin, mendesak agar DPR-RI dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, segera merealisasikan
Anggaran Pendidikan sebesar 20 persen sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang–Undang Dasar 1945. Perintah Undang-Undang Dasar 1945 yang dimaksud itu, terkait
dengan penyusunan Anggaran Pendidikan pada APBN tahun 2008 mendatang. Seperti diketahui, Anggaran Pendidikan yang dialokasikan pemerintah dalam APBN tahun ini hanya sebesar 11,3 persen
dari APBN atau hanya sekitar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan jumlah persentase yang sebesar itu, otomatis biaya pendidikan di Indonesia hanya setara dengan 110 dollar AS atau satu juta rupiah, untuk setiap orang, selama kurun waktu satu tahun. Jadi jangan heran, kalau bangsa Indonesia hanya
akan menjadi bangsa kuli dan bangsa yang selalu tertinggal dalam segala bidang. Jika, Anggaran Pendidikan itu, kita bandingkan dengan Anggaran Pendidikan yang ada di-India, misalnya Anggaran Pendidikan dinegara tersebut sudah mencapai angka sebesar 390 dollar AS atau setara dengan RP.3,9 juta per-orang. Bandingkan juga, dengan Anggaran Pendidikan yang ada di Malaysia, yang sudah mencapai angka sebesar 27,8 persen dari APBN-nya atau sebesar 1980 dollar AS dan jumlah itu setara dengan RP.19,8 juta. Melihat tidak terpenuhi alokasi jumlah Anggaran Pendidikan pada APBN tahun ini, sebanyak 37 orang anggota DPR-RI yang tergabung dalam Kaukus Pendidikan, dan berasal dari beberapa tokoh lintas komisi dan tokoh lintas fraksi, dalam minggu mendatang, akan menggalang kekuatan untuk melakukan ”impeachment”
terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebab mereka menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah gagal memenuhi amanat Undang – Undang Dasar 1945 dan hal tersebut merupakan suatu kesalahan dan pelanggaran. Itu sama artinya, ada peluang untuk melakukan ”impeachment” terhadapnya. Menurut Heri Akhmadi yang berasal dari FPDI-P dan juga sebagai wakil ketua komisi X DPR-RI (bidang pendidikan), saat ini pihaknya sedang mempelajari soal kemungkinan melakukan ”impeachment” tersebut dan juga mengancam pada Pemilu 2009 mendatang, pihaknya akan berkampanye untuk menolak memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang telah gagal memenuhi amanat Undang – Undang Dasar 1945. Hal senada juga disampaikan oleh Nizar Dahlan yang berasal dari FPBB dan merangkap sebagai wakil ketua komisi VII DPR-RI yang menyatakan akan membicarakan hal itu dalam rapat internal Partai Bulan Bintang (PBB). Menurutnya, masalah ini memang cukup serius untuk dibicarakan, maka saya akan mengusulkan ”impeachment” untuk dibahas dalam rapat Partai Bulan Bintang dalam waktu dekat ini. Sementara itu, menurut Slamet Effendi Yusuf yang berasal dari FPG dan wakil ketua komisi I DPR-RI, menyatakan, agar pemerintah terlebih dulu melakukan reformasi birokrasi pendidikan, sebab dengan demikian, Anggaran Pendidikan dapat didayagunakan secara efisien yang nantinya akan berorientasi pada tercapainya tujuan pendidikan. Disamping itu, penyediaan Anggaran Pendidikan yang besar akan dapat mendorong percepatan reformasi birokrasi pendidikan. Sebab, ketidakmampuan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, akan menyebabkan kemiskinan struktural dan kemiskinan struktural itu sendiri sangat dekat dengan kebodohan struktural. Sedangkan wakil ketua FPAN, Hakam Naja meminta agar pemerintah menyesali sikapnya, yang tidak mau memfaatkan moratorium hutang luar negeri pasca bencana tsunami. Karena dana pinjaman itu bisa digunakan untuk meningkatkan Anggaran Pendidikan. Menurutnya, hal itu adalah salah satu cara yang paling mudah dan tidak memerlukan waktu yang panjang. Sebab pasca bencana tsunami, sejumlah negara donor menawarkan moratorium hutang. Namun, kenapa hal itu tidak tidak dimanfaatkan oleh pemerintah, hanya karena alasan kredibilitasdan reputasi bangsa.
(Arief Djo) Arief Djoko Lelono Jln.Sumbawa VI/252 Perum.Gedang Asri Baru-Ungaran 50519 - Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Telepon. 62-24.70260608 – 62-24.6925443
Email. ariefdel3000@yahoo.com
User name: Arief Djoko Lelono
User Email: ariefdel3000@yahoo.com
Resensi lain tentang Berita Buana