• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Nakita

oleh : ayudian    



BELAJAR MEMBACA UNTUK BATITA
"Apakah tidak terlalu cepat mengajari anak batita belajar membaca?" Kalau yang Anda
maksud adalah membaca koran, ya tentu saja terlalu cepat. Tapi kalau untuk tujuan menumbuhkan cinta baca sekaligus mengajarinya mengenal huruf, maka jawabannya adalah tidak. Justru, usia batita adalah masa yang paling tepat bagi anak untuk dikenalkan pada huruf dan kata serta ditumbuhkan keinginan bacanya.
Meski demikian, syarat dan ketentuan berlaku di sini, yaitu:
* Ajarkan membaca dengan cara yang menyenangkan, bukan seperti belajar membaca di SD.
* Jangan paksa anak, kalau sudah terlihat bosan segera hentikan.
* Jangan pasang target.
* Berikan contoh langsung.
5 LANGKAH MUDAH
Dengan kondisi menyenangkan tanpa target, inilah yang dapat Anda lakukan:
1. Memasang karpet huruf
Pasanglah karpet huruf di kamar anak.  sehingga tanpa disadari anak akrab dengan berbagai bentuk huruf. Orangtua sambil lalu bisa mengajarkan pada anak, "Ayo, Nak, pakai bajumu sambil berdiri di atas huruf ‘B’, ya," sambil tunjukkan tempat di mana anak harus berdiri. "Kalau mau dikucir rambutnya duduk di atas huruf ‘R’," dan seterusnya.
2. Tempel nama
Tempelkan nama anak di pintu kamar atau lemarinya dengan huruf kapital besar, warna mencolok dan berbeda untuk setiap jenis huruf. Dengan melihat tulisan namanya setiap hari, si kecil akan hafal huruf-huruf tertentu sehingga ia tidak kaget saat belajar mengeja namanya. Supaya terbiasa bisa juga ditempel tulisan, contohnya "toilet", "dapur", "kamar", "telepon" di pintu-pintu ruangan atau benda yang dimaksud.
3. Ada huruf di mana-mana
Kalau anak terlihat mulai asyik belajar mengenal huruf, tempel  huruf di tempat-tempat yang mudah terlihat. Contohkan bagaimana melafalkan huruf-huruf tersebut. Gunakan tempelan tulisan itu sambil bermain, misalnya, "Hari ini Adek mau duduk di kursi apa?" "Oh, kursi B? Oke, kemarin di kursi D, sekarang di kursi B."
4. Kartu bergambar
Biasanya kartu baca itu berukuran 8x10cm, dengan gambar tertentu disertai tulisan di bawahnya. Contoh, gambar buah apel dengan tulisan APEL di bawahnya. Cara bermainnya cukup mudah, tunjukkan beberapa kartu supaya anak ingat.  Setelah beberapa hari, coba tanyakan, "Carikan Mama kartu APEL dong!" Biarkan anak memilih satu di antara beberapa (2-3) kartu di depannya.
5. Lagu-lagu
Beberapa lagu memang dibuat untuk mengajarkan kenal huruf pada anak. Umpama, lagu A-B-C. Nyanyikan lagu itu sambil bermain atau setelkan CD-nya saat bermain bersama anak. Lama-lama anak akan hafal karena sering menirukan bunyinya.
BUATKAN BUKU
Setelah perbendaharaan huruf/kata anak agak banyak, coba buatkan buku khusus untuknya.
Bahan yang dibutuhkan:
Kertas karton, cetakan/tulisan print tulisan huruf/kata yang sudah dikenalnya, potongan gambar-gambar menarik/foto-foto
Cara membuat:
1. Rancang sebuah cerita yang di dalamnya ada huruf/kata yang sudah dikenal anak.
2. Cetak/tulis huruf/kata yang sudah dikenal anak dengan warna-warna menarik.
3. Tulis cerita itu di atas karton dengan menyelipkan huruf/kata yang sudah dikenal anak.
4. Tempelkan potongan gambar/foto-foto yang menarik untuk menghiasi "bukunya".
5. Perhatikan ekspresi anak, bagaimana senangnya ia karena sudah bisa "membaca".
MENGHINDARI KEBOSANAN
* Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bebas dari tekanan.
* Hindari memaksa anak untuk mengikuti metode belajar tertentu.
* Variasikan cara pengenalan huruf.
* Hindari memaparkan anak terus-menerus pada kegiatan pengenalan huruf.
Diterbitkan di: Nopember 05, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

Orang yang membaca ringkasan ini juga membaca:

.