• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Harian Analisa

oleh : Fahreza     


~@~: TELINGA BERDENGING, apa artinya...?
Sering sekali kita mengalami pada pendengaran kita yang berdenging,
apakah itu pada telinga kanan atau pada telinga kiri. Dengingan itu terasa agak lama dan adakalanya hanya sebentar. Menurut mitos / perkataan orang tua, kondisi ini merupakan suatu pertanda bagi si penerima dengingan. Apabila yang berdenging adalah telinga sebelah kiri maka berarti ada orang lain yang tidak senang dan sedang mempergunjingkan si penerima dengingan. Dan sebaliknya apabila yang berdenging adalah telinga sebelah kanan maka ada orang lain yang sedang mebincangkan kebaikan kita. Namun bagaimana menurut ilmu pengetahuan menanggapi kondisi ini? Telinga berdenging ini dalam istilah kedokteran disebut dengan nama TINITUS. Jenis istilah ini merupakan gangguan yang dirasakan oleh pendengar berupa dengingan atau lainnya yang terdengar dari dalam telinga atau kepala. Tinitus belum dianggap suatu penyakit, akan tetapi Tinitus merupakan gejala dari akan datangnya suatu penyakit yaitu hipertensi atau masalah otot dan tulang telinga dalam. Apa yang menyebabkan terjadinya Tinitus? Pada telinga kita terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi untuk menghantarkan gelombang suara hingga ke otak. Namun akibat kondisi lingkungan manusia yang bising ataupun riwayat kecelakaan sehingga memberikan tekanan yang keras inilah yang mengakibatkan sebagian bulu-bulu halus tadi jatuh di telinga dalam. Nah, apabila bulu halus ini jatuh pada bulu halus yang sehat (masih melekat pada telinga) maka bulu halus yang sehat ini akan menghantarkan rangsangan sehingga seolah-olah kita mendengarkan suara padahal disekeliling kita hening. Tinitus juga terbagi atas dua golongan yaitu subjektif dan objektif. Dengingan pada Tinitus subjektif hanya dapat dirasakan oleh penderita saja. Namun untuk penderita dengan Tinitus objektif maka dengingan yang didengar dapat juga dirasakan oleh Dokter yang memeriksa si penderita tersebut. Penyebab Tinitus lainnya adalah infeksi, suara yang terlalu bising dan keras (misal: musik, senjata api), penyakit yang menyerang tulang-tulang pendengaran dan telinga atau gangguan keseimbangan cairan dalam telinga. Penumpukan kotoran telinga (cerumen) juga bisa menjadi penyebab dari Tinitus ini. Dalam keadaan normal cerumen berfungsi untuk menghalangi kotoran dan bakteri untuk tidak masuk ke dalam telinga, namun berdampak negatif apabila dibiarkan menumpuk terlalu banyak. Beberapa golongan antibiotik tertentu juga dapat merangsang dan meperparah terjadinya Tinitus, antara lain: kloramfenikol, eritromisin, vankomisin, tetrasiklin, bleomisin, obat diuretik seperti furisemid, bumetadin, asam etakrinik, obat malaria (kuiridin), serta aspirin dengan dosis berlebihan. Tekanan darah tinggi juga dapat merangsang terjadinya Tinitus karena tekanan darah yang tinggi akan memperkuat bunyi yang dihasilkan jantung dan melipatgandakan bunyi yang diterima oleh telinga dalam. Untuk itu penting bagi kita melakukan pencegahan sebelum Tinitus berdampak sangat parah bagi kita dengan membudayakan pola hidup sehat, makan makanan yang sehat dan kebersihan diri sehingga kita dapat terus menjalankan aktivitas dengan lancar.
Diterbitkan di: September 01, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

Orang yang membaca ringkasan ini juga membaca:

.