Noordin M. Top, Indra Aris Hermawan, Aris Susanto, nama itu kini tiba-tiba begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia.
Siapapun berusaha mencari data mereka, baik lewat internet, televisi, koran atau pun radio. Semua media ramai memberitakan mereka terkait dengan aksi teror yang mereka lakukan. Ya, nama-nama di atas adalah nama-nama teroris yang mampu membuat resah negeri kita tercinta ini selama beberapa pekan terakhir. Belum hilang keterkejutan masyarakat akan peristiwa bom J.W. Marriot dan Ritz Carlton, kini telah ramai berita tentang penangkapan gembong teroris itu beredar. Yang paling ‘hot’ adalah berita meninggalnya Noordin M. Top dalam penggerebekan di Temanggung Senin, 10 Agustus 2009. Korban yang meninggal karena ditembak mati di kamar mandi tersebut diduga kuat bukan teroris Al-Qaeda Asia asal Malaysia. Ini dibuktikan dengan ditemukannya ketidakcocokan DNA jenazah dengan milik keluarga tersangka di Malaysia.
Walhasil, penemuan ini jelas semakin membuat resah masyarakat. Jika dibiarkan, hal ini akan memicu munculnya histeria massa. Histeria Massa (Mass Hysteria) adalah gangguan psikologi/kejiwaan pada masyarakat yang ditandai dengan munculnya reaksi-reaksi emosional yang tidak terkendali sebagai cara mempertahankan diri terhadap ransangan-ransangan emosional yang tidak menentu. Keadaan yang serba tidak pasti akan menimbulkan rasa tidak aman, was-was dan khawatir dalam diri masyarakat. Mereka akan cenderung bersikap kea rah negatif terhadap hal-hal yang dirasa ‘membahayakan’ bagi mereka. Menurut Sigmund Freud, hal ini disebabkan oleh adanya rasa traumatis dalam diri masyarakat terhadap hal yang pernah terjadi. Melihat dampak dari dua ledakan di atas yang begitu dahsyatnya sampai tim Manchester United (MU) memutuskan untuk membatalkan pertandingan mereka di Indonesia dan membuat kita menaikkan status keamanan menjadi Siaga I, hal ini tentu saja menimbulkan rasa khawatir serta was-was dengan tingkat yang tinggi. Namun semua itu tentu bisa diatasi dengan cara meningkatkan kepercayaan dan solidaritas diantara sesama manusia. Toleransi antara pemerintah dan masyarakat, serta kerja sama yang tinggi sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negeri ini. Mari, bersama kita tumpas terorisme! *HJ*