Mengonsumsi Serat Harus Seimbang
UNTUK menyehatkan tubuh orang perlu mengonsumsi serat. Tubuh kita tidak boleh kekurangan
serat tetapi juga tidak boleh berlebihan. Jadi kalau mau sehat konsumsilah serat secara seimbang. Kekurangan serat bisa menimbulkan sembelit atau kesulitan buang air dan menderita penyakit pencernaan makanan serta merangsang peningkatan kolesterol dalam tubuh. Bagi orang dewasa atau lansia jelas kurang baik.
Orang yang kekurangan serat tidak jarang mengejan ketika buang air besar. Kalau sering mengejan dan biasa dipaksakan bisa saja menimbulkan penyakit diantaranya sakit ambaien atau luka diujung usus (anus) yang menimbulkan pendarahan.
Sebaliknya kelebihan serat akan mengakibatkan diare, kembung, mual, sebah, mbesesek, dan tak jarang mengalami kram perut atau kejang perut dikarenakan usus tak mampu mendorong kebawah akibat penuh serat. Selain itu serat yang berlebih dalam tubuh juga akan mengganggu penyerapan beberapa jenis vitamin dan mineral oleh tubuh itu sendiri. Kalau terhambat penyerapannya, maka vitamin dan mineral akan keluar lagi dari tubuh dan hilang begitu saja lewat air kencing. Serat pun mempermudah penyerapan kolesterol dan kadar gula darah.
Maka sebaiknya konsumsilah serat dari makanan secara cukup saja. Jangan terlalu banyak tetapi jangan kekurangan. Serat banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan segar. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar secara rutin atau setiap hari dipastikan tidak bakal kekurangan serat. Selain itu bila sudah jenuh makan buah dan makan sayur, otomatis akan berhenti atau menguranginya sendiri.
Dengan demikian sebenarnya secara alami, manusia sudah bisa mengatur pola makan berarti mengatur keseimbangan pemasukan serat dalam tubuhnya. Selain buah-buahan dan sayuran, rumput laut (Eucheuma sp) dan lidah buaya (Aloe vera L) juga mengandung banyak serat. Mengonsumsi rumput laut lewat makanan dan minuman, sedang lidah buaya dikonsumsi dengan cara memotong daun dan memarutnya. Lalu daun yang sudah diparut itu diperas dan airnya diminum. Kalau tidak mau susah susah memarutnya, potong saja daun lida buaya, setelah keluar getahnya berupa lendir susrup saja langsung getah itu secukupnya, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sering.
Hanya 10,5 Gram
Menurut para pakar kesehatan dan ahli gizi, tiap hari satu orang dewasa membutuhkan serat antara 20 gram hingga 30 gram. Sementara berdasarkan hasil penelitian organisasi pangan dunia FAO penduduk Indonesia mengonsumsi serat rata-rata per orang hanya 10,5 gram saja, hampir sama dengan konsumsi serat penduduk Amerika Serikat yang hanya 11 gram/hari, sebab makanan ala barat pada umumnya banyak mengandung lemak, kurang mengandung serat.
Sebaliknya penduduk di benua Afrika, seperti di Uganda dan Kenya konsumsi seratnya sangat tinggi hingga mencapai 70 sampai 90 gram/hari, karena mereka banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Kalaupun mengonsumsi daging, dapat dipastikan daging hasil buruan dari hutan, bukan daging hasil peternakan yang suka disuntik gemuk.
Mengapa orang Indonesia kurang mengonsumsi serat, padahal negaranya banyak sayur dan buah. Inilah yang patut disayangkan, orang Indonesia sok kebarat-bataran. Mengonsumsi makanan ala barat merupakan kebanggaan, padahal sebenarnya itu merupakan kekeliruan besar. Karena makanan ala barat selain kurang mengandung serat, juga kurang karbohidrat dan terlalu banyak mengandung lemak.
Maka makanlah buah dan sayur segar setiap hari. Jangan bosan dan jangan malu bila dikatakan anak desa, suka makan sayur dan buah. Justru itulah yang benar. Serat juga dibutuhkan oleh anak-anak, tetapi berilah anak-anak makanan berserat secara seimbang juga. Jangan diberikan serat dari suplemen makanan yang katanya mengandung serat. Jangan mudah tergiur promosi. Sebab suplemen makanan berserat hanya untuk orang dewasa, itupun bagi yang mau. Sebab selain harganya mahal tentu ada efek sampingnya juga