Cegah Perut Buncit dengan Kedelai
Kedelai bukan saja kaya akan protein nabati, namun juga berkhasiat
mencegah
penimbunan lemak pada lingkar perut khususnya pada wanita pascamenopause.
Bagi wanita, penampilan adalah salah satu hal terpenting. Tubuh yang ramping
dan indah selalu menjadi dambaan setiap kaum Hawa, supaya mereka terlihat
sempurna. Kini ada sebuah harapan baru untuk mengatasi problema lemak ini salah
satunya dengan mengonsumsi kedelai secara teratur.
Sebuah riset yang dilakukan para peneliti belum lama ini menunjukkan, konsumsi
minuman kedelai dapat memperbaiki penampilan perempuan. Dalam riset, perempuan
pascamenopause yang mengonsumsi minuman kedelai secara teratur setiap hari
selama tiga bulan, cenderung memiliki perut lebih ramping dibanding rekan
mereka yang minum susu.
Kedelai mengandung isoflavon, yang strukturnya sama dengan estrogen dan
menempel pada reseptor estrogen di lapisan lemak. Jadi, secara teori isoflavon
pada kedelai dapat membantu mengatur metabolisme lemak tubuh.
Temuan ini tampaknya yang pertama menunjukkan bahwa protein dapat
mempengaruhi distribusi lemak di perut, ungkap pimpinan riset, Dr Cynthia K.
Sites, dari Universitas Alabama di Birmingham yang mempublikasikan risetnya
pada jurnal kedokteran Fertility and Sterility
Dalam risetnya, Sites melibatkan sebanyak 18 wanita berusia 50-an yang telah
memasuki masa menopause antara satu hingga lima tahun. Setengah dari mereka diberi
minuman shake dari kedelai setiap hari, sedangkan setengah lagi mengonsumsi
milkshake yang mengandung protein casein.
Responden diminta meminum setengah takar minuman shake tersebut ketika sarapan
dan setengah lagi saat makan malam. Mereka juga harus mengganti minuman
sehari-hari dengan makanan lain guna mencegah penambahan berat badan.
Setelah tiga bulan berjalan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang
meminum kedelai mempunyai lingkar lemak perut lebih ramping dibanding yang
meminum susu, meski kedua kelompok menunjukkan perubahan yang sama dalam berat
dan lemak seluruh tubuh.
Belum jelas mengapa protein pada kedelai dapat mempengaruhi lemak khususnya
di lingkar perut. Apapun mekanismenya, data kami menunjukkan protein kedelai
yang mengandung isoflavone dapat mencegah akumulasi lemak di perut, ungkap
Sites.
Peneliti menekankan bahwa mencegah penimbunan lemak pada usia paruh baya
sangat penting artinya karena lemak yang berlebihan pada perut berkaitan dengan
tingginya risiko mengidap diabetes dan penyakit jantung. Mereka juga berharap
akan ada penelitian lanjutan untuk mengungkap potensi besar protein pada
kedelai.