Strategi partenership kedua negara diharapkan dapat ditingkatkan dan inilah yang diharapkan oleh kedua belah pihak. Juru
bicara Menlu Clinton menyatakan Indonesia sebagai Negara demokrasi berpenduduk terbesar mayoritas muslim di dunia dan adalah Negara penting bagi AS. Hal ini pun memberikan sinyal betapa pentingnya Asia dalam agenda politik luar negeri AS pasca-Bush.
Pertanyaan nya adalah seberapa pentingkah Indonesia bagi AS, NIC (National Intelligence Council) merilih global trends 2025: “a transformed world” dokumen setebal 99 halaman bersifat unclassified itu menyebut potensi Indonesia pada decade mendatang, masa-masa saat hegemony (dominasi) AS dan Eropa menurun. Karena dilihat dan disbanding Negara lain perkembangan ekonomi Indonesia secara umum meningkat lebih tinggi. Singapura dipandang sebagai bentuk kapitalisme Negara (state capitalism), sementara Malaysia dipandang sebagai Negara yang produksi sumber daya alamnya kian menipis. Menurut laporan itu, dengan sumber daya alam melimpah dan populasi besar, Indonesia bisa bangkit secara ekonomi jika para pemimpinnya memiliki kemampuan mengaktualisasikan potensi itu.
Isu-isu yang relevan Benarkah Indonesia begitu penting untuk Amerika? Ataukah hanya kunjungan simbolis dari pada substantif ? yang jelas berbeda dengan kunjungannya ke Jepang, Korea dan China, yang membawa isu lebih jelas. Rencana kunjungan ke Sekretariat ASEAN, menunjukkan barangkali ASEAN lebih utama untuk dijadikan focus dalam pengembangan kerjasama Asia Pasifik.
Salah satu kubu yang menyarankan hubungan baik dengan Indonesia adalah kehawatiran bangkitnya China sebagai kekuatan besar dengan asumsi China menjadi Negara yang bermusuhan dengan AS.
Ketika di Indonesia, Hillary Clinton lebih diarahkan untuk banyak mendengar dari pada mengarahkan karena posisinya sebagai mentri baru dan pemerintahan baru yang rancang programnya belum jelas terbentuk.
Tawarkan Jasa Baik ( hal positif dari kunjungan) Kunjungan ini akan bermakna positif dengan meninggalkan kesan positif pula jika sepulangnya Clinton, tidak ada kesan mendikte dari AS, dan menegaskan perubahan politik AS yang lebih halus dan akomodatif, terutama menyangkut isu konflik Timur Tengah yang sudah berjalan puluhan tahun.
Kesan baik AS mulai timbul seperti tawaran presiden Obama terhadap presiden Iran Ahmadinejad untuk membuka dialog langsung dan direspon positif oleh Ahmadinejad terhadap hal tersebut.