Pertamina akan membentuk satgas Natal dan Tahun Baru yang tidak jauh berbeda tugas dan tanggungjawabnya dengan satgas
lebaran yakni berkoordinasi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Selain itu, memantau suplai bahan bakar minyak (BBM) agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak terjadi kelangkaan, kata staf Humas Pertamina Unit Pemasaran II, Roberth, di Palembang, Kamis (18/12).
Menurut dia, tugas satgas itu melakukan pengawasan secara menyeluruh di SPBU pada Natal dan Tahun Baru 2009.
Nanti, satgas itu disebar di lintas Sumatera dan di dalam kota di provinsi di wilayah Pertamina Unit Pemasaran II yakni Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung, katanya.
Ia menyatakan, jadi, kalau ada SPBU yang kehabisan BBM segera menghubungi pihaknya supaya tidak terjadi kelangkaan. Dari sisi suplai dan distribusi, Pertamina telah menyiapkan stok dalam jumlah yang cukup untuk mengamankan suplai BBM di Sumsel.
Stok premium dengan rata-rata konsumsi 1.770 kiloliter per hari untuk Sumsel ini ketahanannya sekitar tujuh hari di mana suplai biasanya per tiga hari.
Kemudian untuk stok minyak tanah dengan konsumsi 569 kiloliter per hari untuk Sumsel saat ini ketahanannya sekitar tujuh hari, sedangkan solar ketahanannya sekitar sembilan hari dengan konsumsi rata-rata 2.193 kiloliter per hari, ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila terjadi peningkatan konsumsi secara signifikan, Pertamina akan melaksanakan strategi alih suplai dengan menggunakan mobil tanki BBM yang telah disiapkan, untuk wilayah Baturaja bakal alih suplai dari Lampung, kemudian Lahat alih suplai dari Kertapati dan Linggau alih suplai dari Bengkulu.
Khusus wilayah Sumsel, armada mobil tanki yang dimiliki sebanyak 57 dengan pola sewa dan untuk emergency dengan pola tarif sebanyak 15 unit mobil tanki ditambah dua mobil tanki khusus untuk pertamax.
Untuk wilayah di luar Sumsel, Pertamina juga sudah menyiapkan armada kapal angkutan BBM dalam rangka built up stock BBM di depot, Jambi dengan delapan kapal, Bengkulu dengan tiga kapal, Bangka Belitung dengan tiga kapal dan Lampung dengan dua kapal tanker kapasitas 22.000 kiloliter yang mengangkut BBM import, tambahnya