Para pembunuh.
Jika anda yang suka menonton beberapa
film. Mungkin anda akan tahu bagaimana cara seorang pembunuh dalam membantai para buruannya. Salah satunya adalah dalam adegan menarik Film The Dark Knight, ketika joker musuh batman dalam film tersebut, mengancam akan meledakan dua kapal setelah pukul 12 malam. Salah satu kapal bisa selamat jika penumpang yang ada dikapal itu meledakan kapal lainnya. Bom dan dinamit yang disediakan oleh Joker dikontrol oleh remote. Dimana kapal pertama yang berisi orang baik-baik dari gotham remotnya ada dikapal keduadan ditangan joker. Kapal kedua yang memuat para tahanan remotnya berada dikapal pertama dan ditangan joker.
Joker sadis dan psikopat sejati, sudah meledakan beberapa tempat umum dikota gotham dank arena itu semua penumpang dikedua kapal, begitu mendengar pesan itu mafhum bahwa ancaman ini benar-benar serius. Sebagian besar penjahat dikapal kedua, mereka menyatakan harus meledakan kapal pertama. Penumpang dikapal pertama para orang baik-baik menyatakan para penjahat dikapal kedua yang harus mati, merekalah yang berhak hidup karena itu mereka harus segera melaksanakan perintah joker meledakan kapal pertama agar mereka bisa selamat.
Detik-detik menjelang pukul 12 malam, pentolan para narapidana maju kedepan dan mengambil remote. Ia ternyata mengambil remote control dan membuangnya kelaut. Di kapal orang baik-baik ternyata tak ada yang punya nyali menjadi algojo dan membiarkan detik pukul 12 malam berlalu. Joker kelihatan kecewa dan seperti biasanya film, sebelum ia menekan remote untuk meledakan dua kapal sekaligus orang yang sudah diberi stigma jahat belum tentu tidak punya nurani.
Kasus diatas mungkin kontras sekali dengan apa yang dilakukan oleh verry Idham Henkyaksyah alias ryan. Dimana dia tiba-tiba menyita semua ruang hidup kita. Sepanjang hari tayangan dan liputan media massa hanya memberitakan dugaan pembunuhan berantai sepanjang tahun 2007 dan 2008. menurut orang yang mengenalnya sejak kecil hingga saat ini, ryan adalah pribadi yang agak kemayu dan jauh dari kesan orang jahat. Ryan bahkan memutilasi seorang korbannya.
Kita juga terhenyak dengan menyaksikan penampilan rudi hambali yang tega menikam mati istrinya didepan putra mereka yang sedang bermain playstation. Ia kelihatan terlalu baik untuk sesuatu yang telah dilakukannya. Dan juga kita membaca liputan bahwa pembunuhan Bambang Sapto Nugroho yang dalam keadaan hidup dimasukan kedalam koper dan dibenamkan kedalam danau sunter, ternyata kalangan pebisnis dan manejer kelas menengah. Belum lagi tentang seorang pembunuh pembantu yang ternyata dilakukan oleh seorang isteri seorang dokter dijakarta. Diman kepada penyidik ia mengakatakn tidak menyesal melakukan perbuatannya. Dan masih banyak lagi perbuatan pembunuhan yang menyesahkan dada yang terjadi ditengah kehidupan ekonomi yang sedang sulit-sulitnya. Apa yang salah dengan kehidupan social orang baik-baik ini? Apalagi kalau melihat studi pembunuhan berantai Jack the riper dimana dia dikenal sebagai pribadi yang kalem dan sopan santun.
Tulisan ini tidak (sekali lagi tidak) mengirimpesan bahwa mereka yang punya predikat orang baik-baik bisa saja tidak punya nurani dan berbakat menjadi penjahat. Mungkin ini masalah takdir dan nasib seseorang.
Pecan lalu tiba-tiba muncul gagasan agar para koruptor untuk kategori tertentu haruslah dihukum mati. Mungkin ini bentuk kejengkelan atas perilaku korup yang tidak henti-hentinya di republic ini. Seorang pembicara dalam diskusi bebas di Jakarta menyatakan para koruptor dan termasuk orang yang menikmati dan mendapatkan kekayaan negri ini dengan cara tidak adil secara berlebihan adalah para pembunuh begitu banyak orang yang menderita secara social dan ekonomi bahkan yang harus mati kelaparan. Begitu banyak pembunuh ada disekitar kita yang menurut pembicara itu lebih jahat dari Ryan. Mereka telah membunuh harapan dan masa depan serta kehidupan social ekonomi begitu banyak orang.
Abstrak lain tentang Para Pembunuh