Menyoal Peran Parpol dalam Persiapan Calon Kepala Daerah
Oleh : Indah Adi Putri, Mahasiswa Program Magister Ilmu Politik
UI / Dosen Fisip Unand
Ada beberapa agenda penting yang mesti dikedepankan dalam pemilihan kepala daerah kota Padang yang akan dilaksanakan tahun ini. Sukses
Pilkada dilihat tidak hanya dari berlangsungnya pemilihan yang lancar, adil dan sesuai aturan, tetapi juga berhasil memilih calon kepala daerah yang akan melaksanakan agenda pembangunan secara lebih baik dan sesuai aspirasi. Peran partai politik dalam hal ini adalah sebuah hal yang krusial. Partai politik yang mengerti akan tuntutan masyarakat akan berusaha memahami tanda-tanda zaman.
Perubahan adalah kata kunci dalam memahami kehendak masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan. Memimpin adalah perbuatan setiap individu, tetapi memimpin masyarakat menuju perubahan yang diinginkan memerlukan kesatuan visi dan ketajaman misi, dari setiap aktor yang berkomitmen terhadap perubahan keadaan menuju yang lebih baik untuk generasi-generasi mendatang.
Tantangan yang dihadapi masyarakat secara umum tidak hanya persoalan hajat hidup yang harus dipenuhi, tetapi persoalan alam yang harus tetap dijaga agar tetap menghasilkan dan selalu lestari dari waktu ke waktu. Masalah bumi yang semakin panas, air laut yang menggerus sepanjang pantai, pola hidup yang tidak atau kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, eksploitasi alam yang tidak memperhatikan keseimbangan, walaupun terlihat kecil tetapi menjadi gunung es yang setiap saat dapat mengancam kesinambungan kehidupan.
Kembali kepada peran partai politik yang akan mengajukan calon-calon kepala daerah dalam pilkada kota Padang 2009 nanti (walaupun sudah ada kemungkinan untuk calon independen). Pertanyaan yang harus dijawab adalah, sebagai organisasi politik yang berfungsi mencetak kader-kader pemimpin, mensosialisasikan, mengkomunikasikan setiap tuntutan, sudahkah partai politik mempersiapkan calon pemimpin yang memperhitungkan generasi-generasi mendatang ? Pemimpin yang peka pada persoalan-persoalan dalam masyarakat, sekaligus cenderung untuk membawa perubahan dengan visi dan misi yang inheren dengan kebutuhan masyarakat?
Persoalan masyarakat bukan hanya untuk waktu dan kebutuhan yang sesaat, tetapi adalah bagaimana generasi-generasi mendatang semakin baik, semakin meningkat kualitas hidupnya dan terpelihara nilai-nilai norma dan budayanya. Percampuran budaya dan warga tidak bisa dielakkan lagi. Maka pemimpin ke depan harusnya memiliki persiapan dan agenda dalam menghadapi ini.
Memilih calon penguasa seperti membalik telapak tangan, tetapi memilih seorang pemimpin andal, seorang kepala pemerintahan idealnya memperhitungkan aspirasi dan kehendak masyarakat terhadap perubahan nasib mereka. Maka partai politik seharusnya dari sekarang mempertanyakan kepada kadernya yang akan maju, komitmen mereka terhadap perubahan masyarakat, mempersoalkan kualitas kadernya tidak hanya dari kesiapan secara finansial untuk membiayai kampanye, tetapi juga kesiapan membawa perubahan besar untuk kemajuan dan sekali lagi perubahan menuju masyarakat yang lebih unggul.
Maka agenda penting yang harus segera dilakukan partai politik adalah mempersiapkan calon yang akan maju dengan sejumlah rencana dalam proses pembangunan. Bukan sekedar memilih siapa yang akan dicalonkan. Sebab bagi masyarakat, tak soal siapa yang jadi kepala daerahnya, atau dari partai mana ia berasal.
Tetapi yang penting adalah bagaimana kepala daerah itu bisa merubah nasib mereka menjadi lebih baik, menjadi lebih unggul dan diperhitungkan keberadaannya, dengan memperhatikan segala aspirasinya. Persoalan bagi partai politik tidak hanya memilih figur seperti apa yang dianggap akan memenangkan pemilihan, tetapi sekali lagi kesiapan calon kepala daerah itu setelah terpilih nantinya, melaksanakan segala agenda pembangunan yang sudah direncanakan untuk membawa perubahan.
Jadi, masa-masa menjelang pencalonan adalah masa pembentukan agenda-agenda pembangunan oleh seorang kader partai yang akan dicalonkan, membuat visi dan misi yang strategis yang mampu menjawab tantangan zaman. Dan yang utama adalah bagaimana blue print kota Padang lima tahun ke depan bila kader tadi akan melakukan perubahan.
Partai bertugas melihat segala tuntutan dalam masyarakat, mengkomunikasikan dan mensosialisasikannya dalam organisasi, melemparnya pada kader yang akan dipilih, meninjau kembali respon yang diberikan dan mempersoalkannya kembali. Inilah esensi pemilihan kepala daerah, dimana masyarakat kemudian akan membanding-bandingkan program-program pembangunan, dari calon kepala daerah mana yang paling menarik dan sesuai dengan kebutuhan mereka, disamping figur seperti apa yang diusung partai politik.