Rajni berusia 18 tahun dan sangat terkenal di desanya. Dia mempunyai kepribadian yang baik dan seorang gadis yang jujur.
Suatu pagi, dia
tidak bangun dari tidurnya untuk mengisi ember dengan air dan tidak membuat teh pagi. Jadi ibunya mencoba membangunkannya tetapi dia tidak bergerak karena dia sudah tiada. Ibunya merasa shock karena putrinya baik baik saja sebelum tidur pada malam sebelumnya. Rajni diperiksa oleh seorang Vaid yaitu seorang dokter ayurwedic atau seorang dokter Unani. Akhirnya dia diumumkan telah meninggal oleh dokternya. kematiannya yang mendadak membuat orangtuanya shock dan menggegarkan desanya. Tidak ada satupun orang yang percaya akan kematiannya, semua orang mengira dia meninggal karena digigit ular berbisa atau karena gigitan serangga tetapi
mereka tidak mendapatkan apa yang menyebabkan dia meninggal. Kemudian, upacara pre-kremasi diadakan. Semua tetua dari desanya datang dan upacaranya hampir saja selesai. Tiba-tiba mereka mendengar suara yang keras dari tempat tidurnya Rajni. Jadi semua orang berlari ke arah tempat tidurnya dimana dia terbaring dan mereka menemukan lubang di atap di kamar tidurnya. Lalu, secara tiba-tiba semua orang mendengar suaranya Rajni dan ketika mereka semakin dekat dengan suara tersebut mereka melihat Rajni duduk di sisi ranjang dan berkata "ini aku, Rajni". Semua orang tidak percaya akan apa yang telah terjadi dan mereka menanyakan apa yang telah terjadi. Dia mengatakan bahwa dua orang pria berbaju hitam membawa dia pergi dan pada saat Rajni bertanya apa yang mereka lakukan, tidak ada jawaban."Saya memanjat pohon yang tertinggi dan menangis meminta tolong tetapi tidak ada yang mendengar. Saya bergabung dengan sekelompok orang yang juga berteriak seprti saya setiap orang dari kelompok ini diiringi oleh dua pria berbaju hitam. Pada saat nama kami dipanggil mereka membawa kami ke seorang pria yang yang mempunyai jenggot putih, dia membuka buku registrasi dan tersenyum kepada saya dan mengatakan sesuatu kepada pria berbaju hitam, mereka mengangkat saya dan dengan tenaga yang kuat membawa saya ke udara dan tembus ke atap gubuk saya dan meninggalkan saya di tempat tidur. Saya kira saya akan menabrak atap gubuk tetapi ternyata saya selamat setelah mimpi buruk itu". Dia bertanya kenapa semua orang berada di kamarnya. Kemudian anggota keluarganya memberitahukan bahwa sesungguhnya dia telah meninggal dan bahwa apa yang dia alami bukanlah mimpi tetapi kenyataan, dia melihat kematian yang sesunnguhnya. Hidupnya kembali normal setelah peristiwa itu tetapi dia selalu bingung apakah dia melihat kematiannya ataukah dia bermimpi.