.
Mendeteksi Ginjal dengan RENOGRAF
MENDETEKSI GINJAL DENGAN RENOGRAF
Didunia kedokteran moderen
sudah sangat maju untuk menyembuhkan berbagai penyakit baik penyakit biasa maupun penyakit yang membahayakan jika sejak dini dapat dideteksi sehingga proses penyembuhan dapat dilakukan dengat tepat , khusus dibidang penelitian dan pengkajian penyakit yang sulit dideteksi dengan kasat mata terutama para ahli radiologi telah dapat menjangkau lebih jauh untuk melihat atau menemukan penyakit yang tersembunyi jauh didalam tubuh pasien.
Fungsi ginjal manusia adalah untuk membuang sampah metabolisme dan racun dalam darah yang kemudian dikeluarkan dari tubuh manusia dalam bentuk urine.
Banyak orang tidak merawat fungsi ginjalnya dengan baik sehingga mengalami fatal dan pengobatannya sudah terlambat. Akibatnya cuci darah menjadi jalan keluar.
Kebutuhan perawatan kesehatan bagi setiap masyarakat tidak selalu didapat karena menyangkut biaya yang mahal terutama menyangkut penyakit seperti gagalnya fungsi ginjal. Bagi masyarakat berkemampuan ekonominya baik yang sanggup mendapatkan pelayanan kesehatan layak.
Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah mengembangkan tehnologi nuklir untuk kepetingan kesehatan, khususnya untuk mengembangkan perangkat renograf sebagai sarana diagnosis dini fungsi ginjal.
Sebelumnya alat pemeriksaan fungsi ginjal sudah ada yang disebut kamera Gamma namun masih banyak kekurangannya antara lain yaitu peruntukan tidak sepesifik kepada fungsi ginjal, dan biaya menggunakan kamera Gamma memerlukan biaya yang mahal.
Alat rekayasa yang diciptakan PRPN Batan ini haraganya murah dan jika dipakai pasien untuk mendeteksi fungsi ginjalnya dapat terjangkau dibanding dengan kamera Gamma sangat mahal dan masyarakat kebanyakan tidak dapat menjangkaunya.
Alat Renograf dikembangkan di Indonesia melalui PRPN Batan 80% dengan menggunakan komponen asli dalam negeri. Biaya investasi pembuatan alat ini sekitar 150 s/d 200 juta rupiah. Jika dibandingkan dengan Kamera Gamma seharga 6 milyar rupiah tentu sangat mahal dan masyarakat tidak bisa menjangkaunya.
Cara kerja alat ini relatif sederhana dan pasien dapat menggunakan jika kandung kemih harus dipastikan dalam keadaan kosong, alat ini memiliki dua versi yaitu tempat duduk dan dipan. Hasil diagnosis akan dibaca melalui grafik berbentuk kurva yang tampil dilayar monitor komputer.
Alat ini sudah ada disejumlah rumah sakit besar seperti RS Dr. Soetomo Surabaya, RSPAD Gatot Subroto Jakarta, RS Fatmawati Jakarta dan di ujicoba di RS Bethesda Yogyakarta.
Diterbitkan di:
Juni 11, 2009
Lainnya tentang Surat kabar
Ringkasan lain oleh sikumis
More