Misteri Segitiga Bermuda
Lebih dari 2000 kapal dan 200 pesawat hilang di wilayah ini. Ada yang menyebutkan di wilayah
itu memiliki iklim ganas. Namun misteri apa yang sebenarnya terjadi? Sebuah tim yang dipimpin oleh Sam Champion meneliti kebenaran di balik misteri berabad-abad itu. Penyelidikan selain secara ilmiah, juga berhubungan dengan supranatural. Segitiga Bermuda yang terbentang dari Bermuda, Puerto Rico dan perairan Fort Lauderdale di Miami, memili area seluas setengah juta mil. Legenda itu muncul setelah
Christopher Columbus melaporkan hal aneh di area itu pada 1492. Berdasarkan catatan kapal Columbus, kompas tidak bisa menunjukkan secara tepat Utara dan Selatan yang terus berubah-ubah.
Sejak saat itu, ribuan orang mengetahui adanya laporan mengenai segitiga Bermuda termasuk hilangnya pesawat bermesin dua dan menyebabkan 12 orang hilang di pulau Mayaguana di Bahama. Sebenarnya hal itu merupakan misi latihan rutin, namun pesawat itu tidak terdengar lagi kabar beritanya dan terkenal sebagai Flight 19.
Miami Rosenstiel dari School of Marine and Atmospheric Science mengatakan gelombang ganas bisa menjadi penyebabnya. Segitiga Bermuda merupakan wilayah dengan cuaca paling keras. Sementara itu Graber mengatakan gelombang yang ganas dapat menenggelamkan kapal maupun pesawat. Segitiga Bermuda terbentuk karena lokasi geografi dengan memiliki palung serta pulau Bermuda itu sendiri. Wilayah seperti itu bisa menyebabkan gelombang ganas. Sedangkan Bruce Gernon punya pendapat berbeda. Dia mengungkapkan pengalamannya saat terbang di pantai Florida pada 1970. Dia mengatakan terbang ke dalam kabut elektronik. Beberapa instrumen tidak berfungsi, kompas berputar perlahan melawan arah jam. Semua instrumen navigasi elektronik tidak berfungsi.