• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Flu Babi

oleh : chichibernardus     

Pengarang : PAN
Belum hilang rasa cemas akibat hantaman flu burung yang menelan banyak korban, dunia sudah kembali diguncang oleh serangan
flu yang menjangkiti 473 orang di Meksiko. Lantaran kasus flu ini pertama muncul di Meksiko, maka sempat disebut sebagai Flu Meksiko. Namun belakangan istilah Flu Babi menjadi lebih popular. Itu karena virus yang menyebabkan kematian manusia pertama kali di Meksiko itu memang berasal dari ternak babi yang terinfeksi virus influensa. Anehnya, meski asal muasalnya dari flu yang menjangkiti babi, sejauh ini tidak pernah dilaporkan babi yang mati karena flu. Virus flu tipe A subtipe H1N1 yang menginfeksi manusia, justru bisa mengakibatkan kematian.
“Pertama terjangkit H1N1”
Edgar Hernandez, baru berusia 5 tahun. Wajahnya lugu dan tak terlihat seperti sedang sakit. Namun, bocah yang tinggal di Desa La Glorin, Veracruz itu, ternyata adalah manusia pertama (patient zero) yang terbukti terjangkit virus H1N1 di Meksiko 2 April 2009 lalu.
Hasil pemeriksaan membuktikan Edgar sebagai satu-satunya orang Veracruz yang positif terinfeksi H1N1. Semua berawal ketika ia merasa tidak enak badan sejak akhir Maret. Gejala yang dirasakan adalah sakit perut, sakit keapla dan tenggorokan. Namun setelah seminggu sakit, Edgar kembali membaik.
Karena dokter mengatakan Edgar hanya flu biasa, ibundanya Maria del Carmen Hernandez tidak mengisolasi Edgar dari saudara-saudaranya yang lain. “Kami tidur di tempat tidur yang sama. Edgar seperti biasa mencium saudaranya yang lain. Tak ada seorangpun dari kami yang tertular,” kata Maria.
Maria baru membawa putranya ke rumah sakit setelah flu Edgar makin parah. Untunglah putranya itu sembuh. Namun kini Maria merasa terganggu, karena banyak wartawan ingin mewawancarai putranya, setelah Kepala Badan Antisipasi Epidemi dan Pusat Pengawasan Penyakit Meksiko, Dr. Miguel Angel Lezana mengatakan Edgar terkena virus flu babi.
“Jangan disebut Flu Babi”
Virus Flu A Subtipe H1N1 yang hingga 5 Mei 2009 telah menelan korban 26 orang di Meksiko, menurut Muladno, Guru Besar Genetika Molekuler, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, semestinya tidak dapat menginfeksi manusia. “Sel tubuh manusia tidak memiliki reseptor (penerima) yang dapat terinfeksi virus ini,” kata Muladno yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang pengembangan dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana IPB ini.
Senada dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Muladno mengatakan jatuhnya korban jiwa di Meksiko merupakan bukti bahwa virus H1N1 pada kasus Flu Meksiko, bukan lagi murni virus H1N1. “Virus ini adalah virus baru yang sudah mengandung komponen genetik dari virus influenza burung, influenza babi dan influenza manusia. Karena itulah tidak semestinya disebut dengan istilah Flu Babi.”
flu yang menjangkiti 473 orang di Meksiko. Lantaran kasus flu ini pertama muncul di Meksiko, maka sempat disebut sebagai Flu Meksiko. Namun belakangan istilah Flu Babi menjadi lebih popular. Itu karena virus yang menyebabkan kematian manusia pertama kali di Meksiko itu memang berasal dari ternak babi yang terinfeksi virus influensa. Anehnya, meski asal muasalnya dari flu yang menjangkiti babi, sejauh ini tidak pernah dilaporkan babi yang mati karena flu. Virus flu tipe A subtipe H1N1 yang menginfeksi manusia, justru bisa mengakibatkan kematian.
“Pertama terjangkit H1N1”
Edgar Hernandez, baru berusia 5 tahun. Wajahnya lugu dan tak terlihat seperti sedang sakit. Namun, bocah yang tinggal di Desa La Glorin, Veracruz itu, ternyata adalah manusia pertama (patient zero) yang terbukti terjangkit virus H1N1 di Meksiko 2 April 2009 lalu.
Hasil pemeriksaan membuktikan Edgar sebagai satu-satunya orang Veracruz yang positif terinfeksi H1N1. Semua berawal ketika ia merasa tidak enak badan sejak akhir Maret. Gejala yang dirasakan adalah sakit perut, sakit keapla dan tenggorokan. Namun setelah seminggu sakit, Edgar kembali membaik.
Karena dokter mengatakan Edgar hanya flu biasa, ibundanya Maria del Carmen Hernandez tidak mengisolasi Edgar dari saudara-saudaranya yang lain. “Kami tidur di tempat tidur yang sama. Edgar seperti biasa mencium saudaranya yang lain. Tak ada seorangpun dari kami yang tertular,” kata Maria.
Maria baru membawa putranya ke rumah sakit setelah flu Edgar makin parah. Untunglah putranya itu sembuh. Namun kini Maria merasa terganggu, karena banyak wartawan ingin mewawancarai putranya, setelah Kepala Badan Antisipasi Epidemi dan Pusat Pengawasan Penyakit Meksiko, Dr. Miguel Angel Lezana mengatakan Edgar terkena virus flu babi.
“Jangan disebut Flu Babi”
Virus Flu A Subtipe H1N1 yang hingga 5 Mei 2009 telah menelan korban 26 orang di Meksiko, menurut Muladno, Guru Besar Genetika Molekuler, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, semestinya tidak dapat menginfeksi manusia. “Sel tubuh manusia tidak memiliki reseptor (penerima) yang dapat terinfeksi virus ini,” kata Muladno yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang pengembangan dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana IPB ini.
Senada dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Muladno mengatakan jatuhnya korban jiwa di Meksiko merupakan bukti bahwa virus H1N1 pada kasus Flu Meksiko, bukan lagi murni virus H1N1. “Virus ini adalah virus baru yang sudah mengandung komponen genetik dari virus influenza burung, influenza babi dan influenza manusia.  Karena itulah tidak semestinya disebut dengan istilah Flu Babi.”
Diterbitkan di: Mei 07, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Tanggal publikasi: 01 Januari 1900

Bookmark & share this post

Orang yang membaca ringkasan ini juga membaca:

.