• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Surat Kabar>Matematika Yang Menyenangkan

.

Matematika Yang Menyenangkan

oleh : Radel    

Pengarang : Mey.S
Sempoa
    Belajar matematika dengan metode Mental Aritmatika Sempoa. Metode ini mengajarkan
berhitung dengan menggunakan sempoa, yaitu alat bantu dari kayu dengan jeruji berisi manik-manik yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
    Metode ini dapat mengoptimalkan cara berpikir, khususnya fungsi otak kanan yang memuat daya analisis, daya ingat, logika, imajinasi, sekaligus kreativitas. Dengan memakai sempoa, kita dilatih menghitung penjumlahan, pungurangan, perkalian, pembagian, dan akar kuadrat sambil melatih kesabaran, konsentrasi, ketelitian, dan kedisiplinan. sempoa dapat membuat kita lebih percaya diri karena dapat menghitung dengan cepat dan tepat.
    Sempoa juga sering disebut abakus, yang dalam bahasa Yunani berarti menghapus debu. Dulu, di Yunani orang menghitung dengan sebilah papan yang ditaburi pasir.
    Abakus berkembang menjadi papan bergaris-garis dengan manik-manik. Kemudian, orang Cina mengembangkan Abakus menjadi dua bagian, yaitu jeruji atas berisi dua manik-manik, jeruji bawah berisi lima manik-manik. Lantas orang Jepang mengubah susunan menjadi satu manik di jeruji atas dan empat manik di jeruji bawah. Sempoa Jepang ini yang dipakai di Indonesia.
Jaritmatika
    Metode Jaritmatika adalah cara belajar menghitung dengan menggunakan sepuluh jari tangan.
Metode ini ditemukan oleh Kartini Indonesia yaitu Ibu Septi Peni Wulandari dari Salatiga, Jawa Tengah, pada tahun 2003. Jaritmatika merupakan gabungan dari kata "jari" dan " aritmatika".
    Jaritmatika mengajak kita belajar berhitung sambil bermain. Makna setiap jari dan rumus matematika diberikan lewat yel dan nyanyian. Di Jaritmatika, jari tangan kanan untuk satuan dan jari tangan kiri untuk puluhan.
    Dalam Jaritmatika, angka satu dilambangkan dengan telunjuk (itu), dua (kres-guntingan), tiga (cep-garpu), empat (hap-ekor ikan), lima (jos-jempol), enam (dor-pistol), tujuh (gem-senapan), delapan (nyam-makan), sembilan (tos antar teman). Semua istilah ini diajarkan sambil bernyanyi sehingga anak umur tiga tahun pun sudah dapat mempelajarinya.
    Dengan metode ini, matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan, dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Terlebih dapat kita ajarkan pada anak kita. Metode ini sudah digunakan diberbagai negara seperti Swedia, China, Singapura dan Malaysia.
Kumon
   
Metode Kumon dikembangkan pertamakali oleh Toru Sukamoto, guru matematika Jepang, pada tahun 1954. Kumon mengajak kita mengerjakan soal hitungan secara mandiri. Contoh soal belajar penembahan yang termudah : 1+1=2, 2+1=3, 3+1=4, 4+1=5, 5+1=6 dan seterusnya sampai mencapai ribuan bahkan jutaan. Tetapi anehnya mereka yang menggunakan Kumon bisa berlatih dengan gembira tanpa merasa kesulitan.
Diterbitkan di: April 28, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Komentar

Showing 1 out of 1   Tambahkan komentar Anda
  1. 0 Tinjauan 28 April 2009
    1

    ishak_zainal

    Bisakah diajarkan di sekolah

    Saya pernah dengan kelebihan dari teknik berhitung ini. Bisakah jadikan salah satu metode di sekolah, soalnya ini memang praktis. Kalau hitungan saya pada judul 2+3 = kecantikan wanita, gimana he..he ? Salut deh buat tema tulisan Anda, singkat dan jelas. Trims

Tanggal publikasi: 01 Januari 2009

Bookmark & share this post

.