' Jika anda ditanya berapakah
harga anak anda , dapatkah anda menyebutkan berapa rupiah angka yang pantas untuk anak anda
?'
Sebelum anda menjawab pertanyaan itu, marilah kita lihat bagaimana ekspressi cinta seseorang terhadap benda kesayangannya .Anda mungkin pernah melihat bahwa orang bisa marah-marah karena mobil kesayangannya terkelupas atau bahkan hanya tergores . Bahkan kata-kata makian keluar dari mulutnya , karena ' yang dicinta' diusik orang . Seorang kolektor seni rela melakukan berbagai ritual dan menghabiskan uang yang tidak sedikit jumlahnya, hanya untuk menjaga benda pusaka yang dipujanya .Ada juga khabar tentang tanaman hias yang harganya belasan juta .Padahal cuma berwujud daun .Daunnya jika tergores apalagi sampai patah ,bisa mengurangi
harga sampai jutaan rupiah . Maka sipenjual atau sipemiliknya akan menjaga dengan baik-baik dan hati-hati sekali .
Lalu bagaimana perlakuan kita terhadap
anak kita ? Saya pernah melampiaskan rasa kesal ketika anak saya yang belum genap berumur 2 tahun , menghilangkan satu potong puzzle . Ada bagian yang hilang, tentu puzzle tidak bisa terpasang lagi dengan sempurna. Ketika kesal, terkadang saya bicara dengan nada tinggi atau menampakan wajah jutek. Padahal harga puzzle itu tidak sampai 5000 rupiah .
Saya sempat merenung. Padahal anak saya jelas lebih mahal dari itu .Ia merupakan harta yang amat berharga, yang tidak bisa ditukar dengan apapun .Saya sadar bahwa sikap saya itu dapat membuatnya cedera yang tak terindra, namun besar dampaknya dikemudian hari, bahkan bisa terbawa sampai mati. Cedera hati .
Padahal ssebelumnya, saya sudah berkali-kali membaca nasehat Rasulullah untuk tidak memperlakukan anak dengan kasar , karena bisa mengeruhkan jiwanya .
Ternyata soal menjaga " barang kesayangan ", saya kalah jauh dengan pemilik tanaman hias, benda pusaka, dan mobil mewah .Padahal , anak adalah anugerah Allah yang luar biasa. Padahal kita berharap masa depan umat yang lebih baik . Caranya, anak harus diyakinkan terus bahwa ia sangat berharga . Jauh " lebih berharga " dari pada vas bunga, mobil mewah, baju baru, rumah megah, guci antik dan sebagainya .
Dengan demikian , sang anak akan merasa lebih percaya diri. Dan dengan percaya diri yang tinggi, konsep diri yang positif, semoga kelak anak-anak kita tergolong dalam generasi barisan penyelamat umat, penyelamat bangsa, dan penyelamat peradaban. Amin.