Peniggalan
Masa Konflik
Ditemukan Bom seberat 1,5 Ton di
Kawasan Desa Asan Sueleumak, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Hal ini
diketahui ketika enam warga kecamatan terkapar diterjang bom rakitan tersebut
ketika mencari besi bekas. Enam warga tersebut kritis yang mana bom tersebut
diyakini sebagai peniggalan masa konflik. Dikuatirkan banyak sisa-sisa perlengkapan
perang masa konflik masih bertabur diberbagai titik dan senantiasa mengancam
warga.
Pihak kepolisian telah berhasil
memindahkan dua bom aktif yang masing-masing beratnya 30 kg selain bom seberat
1, 5 ton tersebut. Bom tersebut ditemukan didalam drum. Direncanakan bom
tersebut oleh Kapolres Persiapan Aceh Utara akan diledakan dilokasi temuan
dengan konsekwensi memindahkan warga. Daya ledak Bom 1,5 ton tersebut relative berbahaya
bahkan serpihan ledakan bisa mencapai satu kilometer lebih. Sedangkan perumahan
warga terdekat berjarak sekitar 50 meter dari lokasi temuan. Direncanakan akan
diadakan musyawarah dengan pimpinan dan penduduk desa mengenai persetujuan
diledakan bom rakitan tersebut.
Selain penemuan bom rakitan, juga
terjadi kebakaran kantor Partai Gerakan Aceh Mandiri, sebagai penjelmaan dari
Gerakan Aceh Merdeka dimana didalam MoU Helsinki GAM bergabung dengan RI.
Kebakaran yang terjadi di Kantor Partai Gerakan Aceh Mandiri Peunaron, Kecamatan
Serbajadi, Aceh Timur menimbulkan keprihatinan di kalangan pimpinan Partai GAM
dan Komite Peralihan Aceh Pusat. Mereka meminta hal tersebut diusut tuntas
aparat kepolisian, selaku penegak hukum yang sah dinegara ini, jangan sampai
kejadian tersebut menimbulkan wak prasangka ataupun ekses yang tidak baik.
Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah kejadian tersebut disengaja atau
tidak, masih menunggu tim Laboratorium
Forensik (Labfor) turun ke lokasi untuk
mengidentifikasi kejadian.
Partai Gerakan Aceh Mandiri (GAM)
lahir dari hasil MoU, UUPA dan PP20 mengenai partai local, partai ini merupakan
wujud partisipasi warga khususnya eks
Gerakan Aceh Merdeka menyampaikan aspirasi ke pemerintah dan juga menempatkan
perwakilan mereka di pemerintahan untuk mengontrol jalannya pemerintahan
sehingga terjadi cek dan balance dan menjadikan Provinsi Aceh maju dan berkembang.