Film Finding Neverland memang sudah hampir 5 tahun yang lalu dirilis. Didedikasikan untuk mengenang sang penulis tokoh
anak Peter Pan. Film yang pendek dan lebih menonjolkan karya seni dan keindahan pada setting dan ceritanya. Dengan bintang utama Johnny Depp sebagai Sir James Matthew Barrie, berperan sebagai seorang penulis panggung yang tampan dan gagah, mempunyai seorang istri yang cantik bernama Mary Ansell Barrie dan Kate Winslet sebagai seorang janda muda dengan 4 orang anak laki-lakinya berpean sebagai Mrs. Sylvia Llewin Davies. Film ini juga dibintangi aktor kawakan Dustin Hoffman sebagai pemilik teater tempat James mempertunjukan dramanya. Tidak ketinggalan Julie Christie berperan sebagai seorang ibu yang sangat protektif terhadap anaknya Sylvia.
Cerita film ini bermula pada kegagalan pertunjukan perdana dari James yang membosankan, membuat pria ini menjadi tak bergairah. Dan ketika ia pergi ke taman tempat ia biasa mencari ide tulisannya, ia melihat 4 orang anak laki-laki yang sedang bermain dengan anjingnya. Ia berkenalan dengan ibu dan keempat anaknya tersebut, dan sempat pula mempertontonkan drama singkat pada mereka dengan berdansa dengan Pothos sang anjing yang disulap dengan mata seni peran sebagai beruang. Perkenalan mereka berubah menjadi persahabatan yang akrab. James yang pada awalnya hanya merasakan kegairahan seorang penulis menjadi menyayangi keluarga kecil itu yang telah kehilangan tulang punggung keluarga mereka. Anak-anak itu tidak lagi mempunyai seorang ayah. Keinginannya untuk membantu mereka ditentang baik oleh istrinya dan ibu dari Sylvia. Pertemuan keluarga kecil itu dan James semakin intens dan dekat. Sylvia merasa sangat senang dan terharu akan kebaikan James. Hingga membawa keluarga itu berlibur bersama James di villa musim panasnya. Di sana Peter, anak ketiga Slvia mempersembahkan sebuah drama untuk pertama kalinya. Tapi saat itu juga Slyvia sang ibu, mengalami batuk hingga hampir tak sadarkan diri. Dari sinilah permasalahan terus berlanjut. Sylvia diduga mengalami gejala penyakit yang sama dengan mendiang suaminya. Kanker paru-paru. James sangat sedih mendengarnya tapi tidak berani mengucapkan apa-apa. Sang istri Mary, mencium gelagat James yang mulai menyayangi Sylvia, dan dengan berat hati meninggalkan suaminya dengan pria lain. James yang merasa ditinggalkan Mary menjadi semakin dekat dengan Sylvia, walaupun ibu Sylvia, Mrs Du Marier pernah menentangnya dan melarangnya untuk lebih dekat lagi dengan Sylvia dan keempat anaknya.
Mereka masih terus menikmati kebersamaan mereka hingga melahirkan cerita yang sangat indah. Kisah seorang anak lelaki bernama Peter Pan (yang diilhami dari Peter, anak ketiga Sylvia) berdasarkan petualangan-petualangan mereka bersama. Dan James menciptakan suatu tempat bernama Neverland dalam karangannya, dan menceritakannya hanya kepada Sylvia ketika ia sakit. Dan berjanji pada Sylvia untuk mengajaknya kesana.
Pada malam perdana pemutaran Peter Pan, semua bangku terisi penuh dan penonton pun bergemuruh antusias menepuk tangan. Tapi malam itu juga Sylvia mendapatkan serangan batuknya yang terparah, yang menyebabkan ia tidak bisa menghadiri pemutaran perdana drama itu. Ia hanya bisa terbaring di ranjang menunggu kedatangan dokter.
Dan pada akhirnya ketika James, keesokan harinya membawa para aktor dan artis dramanya untuk bermain di rumah Sylvia, menjadi sebuah perjumpaan terakhir antara mereka dan Sylvia. Saat dimainkan adegan peri yang hampir meninggal dan ketika mereka semua bertepuk tangan untuk membangunkan peri itu, seketika itu juga layar di belakang panggung terbuka dan terhamparlah sebuah taman indah dengan peri-peri dan semua isinya. James yang menggandeng tangan Sylvia melangkah dan berbisik.."That`s Neverland." Dan digambarkan Sylvia dengan gaun putih panjangnya turun menuju taman itu dengan penuh kedamaian.
Keseluruhan film ini sangat indah dan menawan, setting film klasik yang banyak menampilkan pemandangan country side dan taman Kensigton dimana mereka pertama kali bertemu sangat menyejukkan mata.
Singkatnya film ini memberikan arti kedamaian dan pengertian dalam menjalin hubungan, dengan sesama, seusia, bahkan dengan anak-anak sekalipun. Jangan pernah meragukan kemampuan seorang anak dalam menjalin persahabatan dan pertemanan, kadang sifat lugu dan polos mereka menjadi makna paling penting dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan sandiwara ini. Hanya tawa dan tingkah laku polos mereka yang membuat hidup ini menjadi berwarna.