Film yang disajikan selama bulan puasa ini memiliki keunikan dengan menggambarkan fenomena yang mewakili hampir semua sisi
kehidupan di Indonesia. Setiap lakon yang disajikan memiliki muatan tersendiri. Sosok kaya yang disajikan begitu bangga sebagai orang kaya dibawakan oleh sosok Haji Jalal yang lucu menikmati perannya sebagai orang yang tajir, "alhamdulillah emang nikmat jadi orang kaya" begitulah tapi disisi lain H Jalal merupakan sosok yang dermawan, sangat lekat dengan orang-orang kaya di pedesaan.
Tokoh-tokoh yang lain membawa kekhasan sendiri-sendiri seperti tokoh bijak (Bang Jack dan Ustadz Fery), Orang Miskin yang Tetap Semangat dan Nrimo (Asrul, Mira, dan Bang Udin), Kelas Menengah dari kaum muda (Aya, Azam, Bahar), mantan pesakitan yang insyaf (Chelsea,Juki, dan Barong) dan tokoh-tokoh lain yang menggambarkan kisah hidup di masyarakat yang satir.
jangan lupakan tokoh pak RW dan genknya yang menggambarkan sosok pemimpin di negeri kita yang memalukan seakan memberi sindiran mengenai mental para penguasa. Secara umum film ini adalah film sehat yang bermanfaat menjadi masukan untuk masyarakat di semua kalangan.