Iran sebagai sebuah negara besar sejak ribuan abad silam, dimasa Kerajaan Sumeria dan Babylonia (Irak), sejaman juga dengan
Kerajaan Mesir Kuno.Darius yang Agung, dikenal dengan nama Kerajaan Maharaja Persia. Selain itu, Iran juga bagian dari jalur lintas perjalanan para musafir dan perdagangan dunia yang terkenal dimasa lalu sebagai Jalur Sutra.
Film Mystic Iran The Unseen World ini, diawali dengan kata-kata yang sangat puitis dan religius, “I’m a sales of the kings.King of Sumeria, king of Babylonia…“ . Potret kerajaan tua yang besar tersebut tergambar jelas, melalui sisa-sisa peninggalan arkeologi bangunan kuno yang sangat indah terpelihara dengan baik, berikut jejak kehidupan spiritual mereka.
Kebudayaan kuno megalitik sebagai penyembah roh nenek moyang, dewa-dewa (politeisme) terutama dewa api, dikenal dengan kepercayaan kaum Zoroaster (sempat dijadikan inspirasi oleh Nitzse, dengan judul bukunya yang terkenal, “Zarasutra”, termasuk Fredy Mercuri sebagai penganut agama ini), hingga kepercayaan monoteisme masa Islam yaitu; kaum Syiah dan Suni (Suku Kurdi didaerah pegunungan Iran).
Film ini didedikasikan bagi kaum perempuan, hanya sekilas memotret perjalanan kehidupan spiritual dan modern kaum Syiah, dan mesjid Indah berkubah emas, serta lebih mengupas banyak hal tentang kehidupan spiritual kaum sufi Suku Kurdi daerah Kurdistan di Iran.
Pewaris Jalaluddin Rumi
Pantheisme atau paham bersatunya zat tuhan dan manusia dalam rasa (manunggaling kawula gusti) adalah paham yang sangat asketis dan mistis. Rahasia yang konon dipegang oleh orang-orang suci untuk menumbuhkan rasa ketuhanan yang merangkum kemanusiaan, keindahan, juga keadilan. Tak heran jika interpretasi yang salah kaprah dari para penguasa, seringkali membuat para pecinta sejati tuhan ini dikejar dan dibunuh.
Termasuk diantaranya Jalaluddin Rumi, hingga akhirnya menyepi didaerah pegunungan yang sepi dan tandus. Pewaris tradisi kaum sufi atau darwis abad millennium saat ini di Iran adalah Suku Kurdi. Mereka mewarisi tradisi spiritual yang sangat kuat dari Jallaluddin Rumi dan pengikutnya. Keindahan esoterisme, ekstase, dan fana, ketika memahami dan menghayati dzikirullah (transenden).
Melihat tradisi mereka seperti itu, tidaklah aneh bagi kita, bahkan seperti melihat kebudayaan kita sendiri, terutama dari kalangan Ahlus-Sunah wal Jama’ah, dan pengikut kaum tarekat yang cukup banyak ditanah air. Seperti biasa tidak ada yang istimewa bagi kita, biasa-biasa saja, sungguh!
Film arahan Aryana Farshad dkk. ini, termasuk luar biasa dalam hal naskah cerita, pengambilan gambar, setting social budaya yang disajikan terbentang sangat indah dan eksotis, serta meraih penghargaan internasional Cannes di Kanada sebagai film documenter terbaik, juga menerima piala langsung dari Pangeran Charles. (Teguh)