Ketika film bertasbih ini diambil dari novel kang abik (panggilan akrab Habiburrahman El Shirazi). Tokoh utama dalam film
ini adalah Abdullah Khairul Azzam. Azzam adalah mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Al Azhar University. Tahun pertamanya dilewati dengan gemilang ketika dia mendapatkan predikat jayyid jiddan di kampus tertua se-dunia tersebut. Prestasi tersebut tidaklah mudah diraih mengingat sistem penilaian yang sangat ketat di Al Azhar. Tapi hal ini tidak bisa berlangsung lama, ketika ayahnya di Indonesia meninggal, otomatis Azzam menjadi tulang punggung bagi ibu dan adik-adiknya.
Semenjak itulah Azzam menjalani profesi sebagai tukang bakso dan pembuat tempe selama bertahun-tahun untuk menghidupi ibunya. Prestasi yang selalu ia raih semenjak SD pun harus ditinggalkannya. Setelah 9 tahun ketika adik-adiknya sudah mandiri akhirnya Azzam pulang ke tanah air dan menikah dengan gadis pujaannya. Anna.
Film ini menjadi kebangkitan karya Kang Abik, setelah film ayat-ayat cinta dirasa kurang dapat menghadirkan suasana Mesir yang sebenarnya. Maka untuk Ketika Cinta Bertasbih, Kang Abik dan Bang Umam sengaja melakukan shooting benar-benar di negeri para nabi. Semua kru dan pemain diboyongnya ke sana. Selain itu pemilihan pemain pun benar-benar diseleksi oleh tim juri agar sesuai dengan yang ada di dalam novel. Sutradara dan penulis berharap agar film ini dapat merubah perspektif masyarakat Indonesia terhadap cara hidup untuk menjadi Indonesia yang lebih baik.