Mengambil setting panorama alam yang menawan di pulau Bali, film bergenre drama romantis komedi ini menampilkan pasangan
suami istri beda bangsa
Bunga Citra Lestari dan
Asraf Sinclair sebagai pemeran utama.
Dewi (Bunga Citra Lestari) adalah Chef De Cuisine di sebuah Hotel bintang lima di Bali. Ia dikelilingi oleh teman-teman yang menyenangkan dan perduli padanya, sayangnya ia tidak beruntung dalam kisah percintaannya. Sebagai chef yang ramah dan welcome pada semua tamu hotel, ia pernah menjalin hubungan asmara dengan Manu (Christian Sugiono) yang berakhir menyakitkan. Manu yang ia cintai sepenuh hati ternyata hanya menjadikan Dewi sebagai 'permainan cinta sesaat'nya selama ia menginap di hotel tempat Dewi bekerja. Alhasil, Dewi menjadi sangat terluka dan trauma dengan percintaan.
Lima tahun berlalu sejak kejadian memilukan itu, Dewi menjalani kehidupan dan pekerjaannya seperti biasa sampai satu hari datanglah Fredo (Asraf Sinclair), seorang tamu asal Malaysia yang menjadi mimpi buruk bagi semua karyawan Hotel karna perilakunya yang sangat temperamental dan meremehkan. Tiada hari terlewati tanpa komplain, omongan pedas atau bahkan makian dari sang tamu berpenampilan menarik namun berperangai buruk itu. Kemudian tibalah satu malam yang menjadi momentum bagi Dewi dan Fredo. Saat dinner, Fredo berkali-kali mengkomplen habis-habisan makanan buatan Dewi.
Mulanya, Dewi yang berprinsip "Tidak ada tamu yang tidak bisa dihadapi", berusaha sebaik mungkin menanggapi semua permintaan Fredo, tapi ketika Fredo terus saja marah-marah dengan alasan yang tidak jelas, Dewi benar-benar merasa sakit hati!. Bersama teman-teman sesama pegawai Hotel, ia merencakan satu pembalasan yang akan membuat Fredo jera!.
Pada hari Raya Nyepi, dimana tidak ada seorang pun boleh berada di luar, teman Dewi (driver Hotel) membawa Fredo ke sebuah pantai. Lalu, dia meninggalkan Fredo sendirian disana. Ternyata Dewi telah menunggu, secara gamblang dia menginginkan Fredo meminta maaf padanya. Tapi dengan angkuhnya, Fredo tentu saja menolak. Dewi mengancam akan meninggalkan Fredo disana sendirian tanpa transpotasi apapun. Dengan angkuhnya Fredo menolak. Walau dilingkupi rasa bimbang, Dewi meninggalkan Fredo dengan kesal hati.
Beberapa jam berlalu. Fredo yang sama sekali asing dengan daerah itu terseok-seok mencari jalan kembali ke Hotel. Sementara Dewi dengan rasa bersalahnya, akhirnya memutuskan untuk menemui Fredo kembali. Dewi sekuat tenaga mengajak Fredo kembali, namun Fredo tidak bergeming dan malah mengancam akan melaporkan Dewi ke Lembaga Turis Internasional karna perbuatannya. Mereka berdebat sampai fajar dan akhirnya tanpa sengaja bertemu dengan Pecalang (semacam Polisi Adat di Bali) yang menangkap mereka karna berkeliaran di luar pada Hari Raya Nyepi.
Dewi dan Fredo pun diharuskan membersihkan pura selama 4 hari sebagai hukumannya. Ketika menjalami masa hukuman ini, kedekatan mulai menghinggapi mereka berdua hingga akhirnya tersingkaplah
penyebab mengapa Fredo berperangai begitu buruk. Penyebabnya ternyata klise, hal yang sama yang pernah dialami Dewi, di khianati oleh orang yang dicintai!.
Pengalaman serupa yang dialami dua insan ini akhirnya merekatkan mereka dalam hubungan asmara. Kejadian-kejadian romantis bergulir indah sampai akhirnya tanpa diduga-duga, Mae, kekasih Fredo yang meninggalkannya dan pergi dengan lelaki lain, muncul di hadapan mereka. Dewi dengan keyakinannya, membiarkan Fredo menemui Mae karna berfikir Fredo akan segera kembali padanya setelah dia menjelaskan pada Mae tentang hubungan mereka berdua.
Yang terjadi kemudian adalah adegan demi adegan yang memancing rasa penasaran penonton. Sutradara Indriantio Kurniawan berhasil menggiring penonton untuk melewati fase-fase yang tidak terduga sebelumnya akhirnya sampai pada Ending yang manis.