Selama ini film Terminator
memang identik dengan Arnold Scharzeneger.
Bahkan banyak pengamat perfilman
menilai sukses tiga prequel yang ada sebelumnya tak lepas dari sosok Gubernur
California itu.
Namun ketidakhadiran
Arnold dalam film ke-4 kali ini tampaknya bisa memupuskan pendapat semacam itu.
Film garapan sutradara McG ini ternyata tak kalah menariknya dibandingkan
dengan Terminator yang ada sebelumnya.
Meskipun tak
menghilangkan ciri khas dari film-film ‘Terminator’ sebelumnya, seperti kalimat
“I’ll be back” dan lagu ‘You Could Be Mine’ milik band Guns and Roses, namun
McG mengusung konsep baru yang menarik. Bahkan seolah-olah sutradara yang
sukses lewat Charlie’s Angels ini unjuk kebolehan. Aksi-aksi yang disuguhkannya
tak hanya menarik, tetapi juga indah.
Sementara ceritanya
tentu saja tak bisa dipisahkan dengan tiga prequel sebelumnya, meskipun
mengalami perubahan mendasar. Jika prekuel sebelumnya menceritakan cuplikan-cuplikan pengejaran John Connor di
masa depan, maka kali ini justru John Connor yang bangkit dan menumpas para
cyborg jahanam tersebut. ‘Terminator Salvation’ menggunakan setting tahun 2018
ketika bom nuklir sudah diledakan di California.
Anda mungkin masih
ingat Terminator (1984) yang menceritakan dua prajurit dari masa depan. Prajurit
pertama adalah Kyle Reese yang hendak melindungi Sarah Connor, namun gagal dan
pada akhirnya meninggal. Sedangkan prajurit kedua adalah sang Terminator yang ditugasi Skynet membunuh
Sarah Connor agar anaknya, John Connor sang penyelamat dunia juga hilang dari
muka bumi.
Dua film selanjutnya
masih senada. Skynet kembali mengirim cyborg-cyborg yang jauh lebih hebat,
namun tetap gagal. Walhasil John Connor (Christian Bale) pun tumbuh dewasa dan
hadir dalam film teranyarnya kali ini. Tetapi tentu saja kondisi dunia sudah
hancur lebur, karena dalam prequel ketiga memang Skynet berhasil mengambilalih
peralatan militer AS dan meledakkan hulu ledak nuklir.
Bersama pasukan yang selamat
dari serangan nuklir, John Connor kucing-kucingan dengan para cyborg. Segala
bentuk upaya sudah dilakukan John Connor Cs, namun tetap saja Terminator tidak
bisa dikalahkan. Hingga akhirnya di tempat lain muncul pria misterius
bernama Marcus Wright (Sam Worthington). Nah, mulai dari situ ketegangan demi
ketegangan mengalir deras sepanjang film yang berdurasi 130 Menit itu.
Selain itu juga hadir Kyle Reese (Anton Yelchin), sang
penyelamat John Connor. Namun kali ini Kyle masih remaja dan kekuatannya juga tidak
setangguh ketika ia tampil dewasa di Terminator pertama. Untuk menghadirkan
sisi manusiawi juga dihadirkan tokoh Kate Connor (Bryce Dallas Howard), istri
John Connor. Ia turut berjuang habis-habisan meski dalam kondisi hamil.
Dan tentu saja yang tak kalah menariknya adalah sang
terminator itu sendiri. Arnold
sempat dimunculkan dalam beberapa adegan, meskipun tidak dalam bentuk fisik. Dengan
teknologi CGI (Computer-Generated Imagery), Arnold muncul ketika Skynet membuat romot T-800
Model 101 Terminator yang menyerupai manusia sebagai jebakan. Selanjutnya dalam
bentuk fisik, robot ini diperankan Roland Kickinger.
Puncak ketegangan film ini terjadi ketika John Connor cs berpacu
dengan waktu dalam upaya mengagalkan upaya pamungkas Skynet dalam
menghancurleburkan manusia dari muka bumi.
Dramatisasi dan jebakan-jebakan cerita dimainkan dengan apik
pada bagian ini. Misalnya ketika memunculkan kelemahan terbesar Skynet. Namun
belakangan diketahui bahwa hal itu ternyata jebakan yang sengaja dibuat Skynet
untuk memancing keluarnya John dari sarangnya. (*)