• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Film>Riwayat Film Porno dari Massa ke Massa

.

Riwayat Film Porno dari Massa ke Massa

oleh : RGiovanie    


Seks
memang selalu menarik perhatian semua
orang.
Inilah kiranya yang melandasi lahirnya film
porno dari masa ke massa.

Bila menilik karakternya, film porno mengalami
perkembangan yang cukup fantastis, baik ditinjau dari aspek kualitas maupun
kreativitas dan kebebasannya.
Konon,
film pengumbar syahwat ini sudah ada sejak awal tahun 1900-an. Di Argentina,
misalnya, telah lahir film porno bertajuk ‘El Satario’ yang tahun pembuatannya
diperkirakan 19707. Tetapi yang pasti, Patrick Robertson dalam bukunya
menyebutkan bahwa film porno pertama yang diketahui secara pasti tahun
pembuatannya berjudul ‘A L’Ecu d’Or ou la Bonne Auberge’. Film ini dibuat di
Prancis tahun 1908, menceritakan seorang tentara yang menjalin hubungan dengan
perempuan pelayan di sebuah penginapan.


Sejak saat itu film-film sejenis bermunculan di
berbagai Negara. Di Jerman misalnya lahir film Am Abend sekitar 1910. Umumnya
film-fil ini berdurasi pendek, sekitar 10 menitan. Dalam masa-masa berikutnya,
film porno mulai bermunculan di berbagai negara, meskipun distribusinya masih
dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


Kemajuan signifikan dalam dunia film porno terjadi
sekitar tahun 1970-an. Kali ini tak hanya kualitas penggarapannya yang lebih
baik, kualitas seks yang ditampilkan juga semakin transparan, dan durasinya
juga jauh lebih panjang. Contohnya adalah ‘Mona’. Film berjudul lengkap ‘Mona the
Virgin Nymph’ ini disebut-sebut sebagai film porno pertama yang eksplisit dan
mempunyai plot. Film berdurasi 59 menit ini bahkan ditayangkan secara terbuka di
bioskop-bioskop AS. Film yang dibintangi Bill Osco dan Howard Ziehm ini
kemudian menjadi pemicu lahirnya film-film porno dengan penggarapan yang lebih
serius, yang tentunya dengan biaya produksi lebih tinggi pula.


Kebebasan ekespresi hubungan seks semakin eksis dalam
film The Boys lansiran tahun 1971. Film ini bahkan disebut sebagai yang pertama
menyuguhkan adegan-adegan seks yang vulgar dan tak lazim untuk ukuran masa itu.
Film ini juga disebut sebagai yang pertama mencantumkan nama-nama aktor dan
aktrisnya, meskipun dengan nama samaran.


Lompatan lebih jauh terjadi tahun 1972 dengan lahirnya
film porno Deep Throath di AS. Meskipun adegan-adegan seksnya tidak vulgar,
namun film ini berani menerobos pasar film terbuka. Film garapan sutradara
Gerard Damiano dengan bintang utama Linda Lovelace (Linda Susan Boreman) ini memang
memiliki alur cerita yang bagus. Diceritakan bahwa Linda yang merasa frustasi
secara seksual meminta saran pada temannya Helen (Dolly Sharp) yang kemudian
mengajaknya ikut pesta seks. Namun pesta seks itu tak mampu menolongnya,
sehingga Helen menganjurkan Linda untuk pergi ke seorang dokter (Harry Reems).
Dokter ini berkata bahwa klitoris Linda berada di tenggorokannya.
Film ini sempat mengundang protes keras di AS karena dianggap menyebarkan
pornografi. Ya, jelas saja khan, namanya juga film porno.


Dalam tahun-tahun selanjutnya, film porno kian
merajalela. Bahkan era 1980-an disebut sebagai tahun keemasan film XX ini. Sejumlah
nama ngetop pun muncul seperti John Holmes, Ginger Lynn Allen, Traci Lords,
Veronica Hart, Nina Hartley, Seka, dan Amber Lynn. Tren ini kian memuncak
seiring dengan lahirnya era CD dan DVD tahun 1990-an. Tak heran bila aktor dan
aktris porno era ini lebih bersinar. Sebut saja misalnya Jenna Jameson, Juli
Ashton, Ashlyn Gere, Asia Carrera, Tera Patrick, Briana Banks, Stacy Valentine,
Jill Kelly, dan Silvia Saint. Sebagian diantaranya bahkan kemudian ngetop juga
dalam film dan serial televisi.


Lantas bagaimana dengan teknik-teknik adegan seks-nya?
Revolusi adegan seks dalam film porno terjadi pada tahun 2000-an, bersamaan
dengan lahirnya istilah-istilah seperti  A2M,
ATM, atau Ass to Mouth. ATM terkenal sekitar tahun 2003 dan 2004 oleh Max
Hardcore dalam seri filmnya “Cherry Poppers. Lebih marak lagi kemudian dengan
hadirnya film-film Seymore Butts yang menampilkan Taylor Hayes, Alisha Klass,
dan Samantha Stylle.


Berbagai film porno dengan mengedepankan ATM pun
bermunculan kemudian, misalnya ATM Girl dan ATM Machine.


Ketenaran Ass To Mouth itu baru meredeup sekitar tahun
2005 yang kemudian melahirkan film-film porno yang cenderung lebih variatif
dengan mengedepankan cirri khas sendiri-sendiri. Ada yang menjual gaya
bercinta, expose alat vital, permainan cerita, dan sebagainya. Meski demikian
ATM masih tetap memiliki penggemar tersendiri hingga detik ini. (*)


 


Diterbitkan di: Mei 29, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Komentar

Showing 1 out of 1   Tambahkan komentar Anda
  1. 0 Tinjauan 29 Mei 2009
    1

    hepcore

    suatu hal negatif yang bersifat positif

    Sudah barang tentu, filem porno adalah suatu "barang dagang" yang bersifat ilegal. Filem porno sendiri banyak berdampak negatif bagi pengkonsumsi dibawah umur, atau paling tidak bagi yang belom memiliki pasangan resmi. File porno sering menjadi ajang pemicu sex bebas yang sering terjadi hingga saat ini, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa filem porno lah yang memberikan inspirasi di banyak pihak pelaku sex bebas. Namun dipihak lain, tentu filem porno tidak hanya berdampak negatif, karena sehubungan dengan inspirasi yang sudah saya singgung, tentu juga memberikan suatu ide yang membuat sua

Bookmark & share this post

.