• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Film>Bukan CINTA BIASA: Ketika Seorang Gadis Punya Ayah Bejat

.

Bukan CINTA BIASA: Ketika Seorang Gadis Punya Ayah Bejat

oleh : RGiovanie    



Dalam dunia perfilman tanah air, nama Wanna B Pictures masih

terdengar asing. Tetapi dalam kehadiran perdananya melalui ‘ Bukan Cinta Biasa’ (BCB)
ternyata mampu menyuguhkan tontonan yang cukup bersaing.


Mengangkat cerita remaja yang sarat pesan, Benni Setiawan,
sang sutradara sekaligus penulis cerita, mengemasnya dalam format komedi. Hal
ini membuat film bersoundtrack lagu Afghan dengan judul sama ini tidak
membosankan dan enak ditonton.


Film ini menceritakan seorang rocker gaek Tommy (Ferdy
Taher) yang ngetop pada tahun 1980-an. Pada masa jayanya, Tommy dikenal sebagai
cowok play boy berat. Tak hanya itu, gaya
hidupnya pun beraliran bebas, urakan dan suka mabuk-mabukan. Ironisnya, gaya hidup ini masih
terbawa hingga usianya sudah seangkatan babe gue sekarang ini. Prinsip dia,
yang penting tidak merugikan orang lain.


Hingga suatu ketika muncul seorang gadis belia bernama
Nikita (Olivia Lubis Jansen) muncul di depan pintu apartemennya. Gadis cantik
itu mengaku anak biologis Tommy. Kontan saja lelaki pengumbar syahwat itu
kaget. Tetapi Nikita berusaha meyakinkan dengan mengatakan bahwa dirinya adalah
putri Lintang (Wulan Guritno) yang pernah menjadi korban ke-play boy-an Tommy
pada tahun 1990-an.


Meski dalam hatinya mengakui Nikita adalah anaknya, tetapi
keegoisannya memberontak. Hingga akhirnya dia tak bisa melawan kenyataan ketika
Lintang bicara.


Nikita datang dengan maksud untuk tinggal bersama ayah yang
baru dikenalnya itu. Alasannya, sang mama hendak pindah ke Amerika mengikuti
calon suami tercintanya. Tommy tak bisa mengelak. Mereka pun akhirnya tinggal
bersama. Disinilah drama cerita menarik diikuti.


Nikita merupakan gadis cuek tapi pemberontak. Dia juga
sangat religius. Tak hanya rajin sholat, tapi menjalankan ajaran-ajaran agama
dengan baik. Bahkan pacaran saja tak boleh berpegangan tangan, karena bukan
muhrim. So, bisa dibayangkan bagaimana kejadiannya bila dia tinggal dengan
seorang ayah bejat?


Pada bagian ini, sang
sutradara memasukkan pesan-pesan mulia dengan cukup apik. Kehadiran Nikita
benar-benar membelenggu kebebasan Tommy. Kebiasaannya merokok, menenggak
minuman keras dan juga memasukkan perempuan kini tak bisa dilakukannya lagi
dengan bebas. Sebaliknya, dia justru dipaksa anaknya untuk belajar shalat,
sebuah kewajiban yang sama sekali tak pernah terpikir sebelumnya.


Tetapi jiwa kebapakan
Tommy akhirnya muncul ketika menemukan Nikita berpacaran dengan seorang rocker
muda Brad (Rocky). Dia menentang hubungan cinta mereka. Karena Tommy tak ingin
anak yang baru dikenalnya itu menjadi korban ke-play boy-an rocker.


Nikita melawan, dan
terus melanjutkan hubungan cintanya. Karena cemas, Tommy terus membuntuti
setiap kali anaknya berpacaran. Hal ini akhirnya menimbulkan rangkaian konflik.
Tetapi justru karena inilah sang ayah akhirnya bertobat.


Mengikuti cerita
diatas kesannya cukup serius. Tetapi, sang sutradara ternyata mampu
menyuguhkannya sebagai tontongan yang ringan, bahkan menghibur. Sentuhan humor
dimasukkan disana-sini dengan cukup pas, tanpa menimbulkan kesan dipaksakan.


Di tengah maraknya
film-film yang mengumbar syahwat, kiranya kehadiran BCB memberikan angin segar
bagi suguhan yang tak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. (*)


Diterbitkan di: Mei 15, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.