• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Film>Janda Kembang : Pertontonkan Mentahnya Akting Luna

.

Janda Kembang : Pertontonkan Mentahnya Akting Luna

oleh : RGiovanie     


Film ini tengah menjadi perbincangan hangat seiring dengan
pemutarannya di sejumlah bioskop di

penjuru tanah air.  Ada
yang memuji, tapi banyak juga yang mencibirnya. Untuk itu, kami berusaha netral
dalam melihat film garapan sutradara Lakonde, yang merupakan murid Hanung
Bramantyo.


Dari sisi cerita, film
ini cukup menarik, tentang janda kembang. Terlepas dari gosip yang mengatakan
bahwa cerita film ini merupakan jiplakan dari film berjudul ‘Malena’ yang
dibintangi Monica Belluci, namun kisah yang diangkat dalam film ini sebenarnya
bukan merupakan hal baru di tengah kehidupan masyarakat kita, khususnya di desa
atau kampung, yang masih cenderung menilai negatip sosok janda kembang.


Dalam film ini
dikisahkan bahwa seorang janda bernama Selasih atau Asih (Luna Maya) merupakan warga
baru di sebuah kampung pinggiran Jakarta, Pulo Bantal. Wajahnya cantik,
tubuhnya seksi, suaranya merdu, dan penampilannya senantiasa menarik. Pantas
kalau dia membuat para pria ngiler.


Untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, dia lantas bergabung dengan grup musik Dodirama Band milik
Dodi (Ringgo Agus Rachman) sebagai penyanyi. Sejak saat itu, grup musik kampung
ini laris manis. Order manggung tak pernah berhenti. Hal ini tentu saja membuat
nama Asih kian moncer diantara penyanyi Dodirama. Dia bahkan mampu menggusur
istri Dodi, Yuli Nada (Sarah Sechan) yang semula merupakan penyanyi utama grup
musik ini.


Tentu saja Yuli tak
terima dengan apa yang menimpanya. Ia tak mau kehilangan posisi terhormatnya
sebagai penyanyi utama, terlebih lagi sebagai istri Dodi. Maka, ia
pun mengatur strategi untuk menyingkirkan Asih.
Puncaknya terjadi ketika
perhelatan Pilkades. Waktu itu Asih tampil sebagai penyanyi pendukung calon
Kades Pak Dewa (Joe P Project).


Nah, saat itu Yuli
menganggap waktu yang tepat untuk menjatuhkan Yuli. Ia memprovokasi ibu-ibu
kampung bahwa Asih adalah tipe wanita perayu yang suka merebut suami orang. Warga
pun terhasut. Mereka menuduh Asih sebagai pelacur, wanita simpanan dan sebutan
buruk lainnya. Asih kian tersudut ketika warga berusaha mengusirnya agar
meninggalkan Pulau Bantal.


Secara konsep, film
ini lumayan bagus, menggabungkan unsur komedi dengan drama tragis. Tetapi dalam
penggarapannya nampak banyak kelemahan. Secara casting, pemilihan Luna sebagai
pemeran Asih memang tepat, karena kecantikan pacar Ariel Peterpan ini memang
tengah menjadi idola. Tetapi sayangnya, akting Luna dalam film ini tampak masih
sangat mentah. Tidak hanya kaku, tetapi juga banyak adegan yang terkesan
dibuat-buat.


Beruntung Ringgo dan
Sarah Sechan mampu menutup kelemahan tersebut. Gaya candaan khas Ringgo dan
celetukan Sarah setidaknya mampu mengundang gelak tawa penonton.


Kelemahan lainnya
adalah alur ceritanya yang terlalu lambat sehingga membosankan. Tetapi apapun
itu, film ‘Janda Kembang’ memberi warna baru dalam perfilman nasional yang
tidak harus selalu bertema horor atau seks, meskipun sebenarnya film ini masih
diwarnai adegan-adegan berbau esek-esek. (*)


Diterbitkan di: Mei 12, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.