Film besutan sutradara Daniel
Myrick ini lebih tepat disebut
sebagai film drama ketimbang film horror atau
misteri. Kalau mau membandingkan dengan film lain, alur dan konsep film
keluaran Lions Gate Film ini sama dengan yang diusung oleh film Ghost yang
melambungkan nama Demi
Moore.
Cerita film ini berangkat dari
kenangan masa lalu Megan yang diperankan Elisabeth Harnois bersama saudara
kembarnya yang telah meninggal akibat bunuh diri enam bulan sebelumnya. Untuk
membangun alur cerita ini, penulis naskah memulainya dengan menghadirkan empat
sahabat Megan, yakni Christian (Shawn Ashmore), Zoe (Amanda Seyfried), Mark
(Matt O'Leary) dan Alicia (Hilarie Burton).
Keempat orang ini merasa perlu
menghibur Megan yang tengah dirundung duka. Karenanya mereka mengajak Megan
untuk berlibur. Semula dia menolak, namun akhirnya memenuhi ajakan tersebut.
Untuk menghidupkan cerita, penulis
sengaja menapatkan hari liburan mereka itu dengan sebuah hari khusus. Hari yang
dipilih adalah sebuah hari yang dipercayai masyarakat dalam film itu sebagai
hari dimana dunia ghaib sangat dekat dengan dunia manusia. Karenanya pada hari
itu, sebagian orang mampu berkomunikasi dengan mereka yang sudah meninggal,
karena banyak makhluk-makhluk ghaib berusaha untuk memasuki dunia manusia.
Dari sini bisa ditebak, bahwa Meghan
dalam cerita ini pasti akan berhubungan dengan roh saudara kembarnya. Benar
memang. Ketika dia tiba di sebuah danau dalam liburan itu, dia merasakan hadirnya
arwah yang berusaha untuk berkomunikasi dengan dirinya. Dia menduga kuat bahwa
dia adalah ruh saudara kembarnya. Karenanya dia meladeni ajakan komunikasi
makhluk dari alam lain itu. Tapi sayangnya, ternyata belakangan baru disadari
bahwa yang hadir bukanlah arwah saudara kembarnya, tetapi kekuatan lain yang
berusaha masuk ke dunia.
Dari situlah keseraman cerita sebuah film horor dibangun. Hanya saja
kejutan-kejutan dan ketegangan yang dibangun dalam film ini terlalu klasik,
khas film-film Hollywod pada umumnya, misalnya radio yang tiba-tiba berbunyi
atau lampu yang nyala-padam tanpa sebab. Jadi, tingkat horor film ini memang
cukup rendah, apalagi bagi penggila film horor, film ini tak mungkin
membangkitkan syaraf takutnya. Selain itu, film ini juga miskin misteri yang
merupakan kombinasi pas dalam sebuah film horor.
Sementara kalau disebut film drama, tetapi unsur dramatisasinya tidak
begitu kental. Tetapi kalau harus memuji film ini, maka yang patut dipuji ada
totalitas akting pemainnya, meskipun juga tidak bagus-bagus banget.
Apapun itu, bagi penggemar film, Solstice cukup layak untuk ditonton.
Apalagi buat kolektor DVD, film ini boleh juga dijadikan sebagai salah satu
koleksi anda. (*)