• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Film>Monsters vs Aliens

.

Monsters vs Aliens

oleh : harripao    


Monsters vs Aliens telah diluncurkan di Amerika Serikat pada 27 Maret 2009. Pertengahan bulan April 2009 rencananya akan
diputar di bioskop-bioskop kelompok 21 di Indonesia. Beruntung saya telah melihat pertunjukan perdananya.
Film animasi produksi Dreamworks Animation ini dibesut oleh Sutradara Rob Letterman dan Conrad Vernon. Rob Letterman, sebelum menyutradarai film ini, dikenal sebagai penulis skenario untuk film animasi Shark Tale (2004). Sedangkan Conrad Vernon, sebelumnya adalah aktor dan pengisi suara untuk film-film animasi seperti "Shrek the Third"(2007) dan Madagaskar: "Escape 2 Africa" (2008). Keterlibatan mereka dalam banyak film animasi sebelumnya nampaknya mempengaruhi pembuatan Monsters vs Aliens kali ini, yang dinilai belum memberikan sesuatu yang baru atau sama seperti film-film animasi sebelumnya seperti "Shrek", "Toy Story" dan "Kungfu Panda". Pengisi suara film ini memang tidak diragukan lagi adalah aktor-aktor kawakan Film dan TV, seperti Reese Witherspoon, Hugh Laurie, Seth Rogen, Will Arnett, Rainn Wilson dan Stephen Colbert
Plot ceritanya boleh dikatakan sederhana dan cenderung klise. Tokoh sentralnya adalah Susan Murphy (Reese Witherspoon) seorang gadis stereotype yang "manis", protagonis, -- yang kemudian dalam kisah ini ditolak cintanya oleh kekasihnya seorang pria berprofesi penyiar yang sangat ambisius, arogan dan hanya mementingkan dirinya sendiri-- cewek ini kemudian berhasil menemukan dirinya sendiri, kekuatan dan persahabatan justru pada saat dirinya menjadi monsters. Berbagai kelucuan terjadi tidak saja dari aksi animasinya tetapi juga dari dialog antar monster ini.
Inti cerita film Monsters vs Aliens ini dimulai pada saat hari perkawinan Susan Murphy (Reese Witherspoon). Susan setelah bercengkerama dengan kekasih/calon suaminya di padang-rumput belakang rumahnya telah kejatuhan batu meteor yang mengandung Quantonium, suatu keanehan kemudian terjadi karena setelah kejatuhan ini Susan tumbuh menjadi raksasa. Kondisinya ini menjadikannya sebagai target pemerintah, karena dianggap sebagai monster. Sebelum kejadian ini pemerintah telah menangkap dan memenjarakan monster-monster lainnya disuatu penjara rahasia. Setiap monster memiliki keanehannya sendiri. Dr. Cockroach (Hugh Laurie) adalah sorang ilmuwan gila yang telah bertransformasi menjadi monster setengah kecoak dan setengah manusia. The Missing Link (Will Arnett) adalah suatu monster yang tercipta menyerupai manusia kadal dari Danau Hitam (the Black Langoon). Kemudian ada monster seukuran gedung pencakar langit berupa mutant dari larva yang bernama Insectosaurus. Monster terakhir adalah BOB (Seth Rogen), mahluk seperti gelatin (agar-agar), tanpa otak, tetapi hidup karena hasil percobaan ilmiah yang gagal.
Ketika mahluk ruang angkasa (alien) yang dipimpin rajanya Gallaxhar (Rainn Wilson) tiba di bumi bermaksud untuk mengambil kembali Quantonium yang terbang lolos dari gugusan planetnya. Maka penduduk bumi harus berperang melawan pasukan alien, mempertahankan diri dari keinginan Gallaxhar untuk menguasai bumi. Presiden Hathaway (Stephen Colbert), akhirnya, menawarkan dan menjanjikan kebebasan bagi para monster-monster tersebut, asalkan mereka mau melawan para robot dan klon-klonnya Galaxhar itu.
Dalam upaya mempertahankan bumi dari para alien tersebut, kisah film ini disisipi berpisahnya sepasang kekasih, Susan dan pacarnya si penyiar TV yang arogan itu. Setelah kepercayaan dirinya pulih, Susan bahu-membahu menunjukkan kekuatannya dan saling tolong-menolong dengan monster lainnya untuk terus melawan pasukan alien.
Animasi dari Dreamworks ini secara visual tergolong mengagumkan, karena telah didukung dengan dua versi teknologi animasi yaitu 2D (2 Dimensi) dan 3D (tiga dimensi). Namun yang disaksikan di Indonesia kali ini adalah versi 2D-nya. Tentunya visualisasi Monsters vs Aliens ini tidak jauh berbeda dengan film-film animasi produksi Pixar/Dreamworks yang telah diputar di Indonesia sebelumnya, seperti "Finding Nemo", "Toy Story" atau "Shrek". Suara atau vokal para pengisi suaranya jelas, sepanjang film terselip dialog-dialog lucu, disamping aksi-aksi lucu a'la animasi. Tidak mudah, barangkali, bagi anak-anak untuk menangkap dialog segar itu. Namun aksi monster-monsternya akan dapat memukau mereka.
Oleh karenanya film ini cocok bagi anak-anak, remaja dan dewasa, meskipun konflik yang dibangun datar saja dan cenderung hitam-putih.
Monsters vs Aliens akan mampu menghibur anda sekeluarga!.
Diterbitkan di: April 08, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.