• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Film>3 DOA 3 CINTA

.

3 DOA 3 CINTA

oleh : PapapFarras    


Film 3 DOA 3 CINTA, yang mendapat tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia namun hanya berhasil meraih
satu penghargaan yaitu untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Film bertemakan tentang Islam dan kehidupan para pemeluknya khususnya para santri di sebuah pondok pesantren, yang diputar perdana pada Festival Film Internasional Pusan di Korea Selatan ini pun terpilih untuk diputar dalam Festival Film Internasional Dubai.

Berikut ringkasan ceritanya:


Diawali dari kehidupan keseharian para santri di pondok pesantren Al-Hakim di Desa Nitiprayan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh seorang ulama bernama Kiai Wahab. Sang kiai yang berfikiran moderat dan mengajarkan Islam dengan penuh rahmat dan damai ini sedang menghadapi dilema lantaran sang istri tak juga mengandung anak laki-laki yang kelak akan mewarisi pesantrennya.

Adalah tiga tokoh pemuda yang menjadi fokus sentral cerita ini, yaitu pertama; tokoh Huda, seorang anak yang telah ditinggalkan ibunya sejak kecil. Kedua; tokoh Rian, seorang anak pengusaha studio foto di Surabaya. dan terakhir; tokoh Syahid, seorang anak keluarga miskin di Yogya.


Huda sebenarnya diharapkan oleh Kiai Wahab untuk tetap tinggal di pesantren dan menikah dengan putrinya, Farokah, untuk selanjutnya meneruskan dan mewarisi pesantrennya itu. Namun Huda setelah bertemu dengan Dona Satelit, seorang penyanyi dangdut keliling, justru terobsesi untuk pergi mencari ibunya ke Jakarta dengan bantuannya.

Rian, setelah ayahnya wafat, bercita-cita untuk meneruskan usaha ayahnya menjadi pengusaha studio foto, namun harus memahami dan menerima kenyataan bahwa ibunya akan menikah lagi hanya berselang setahun setelah ayahnya wafat.


Syahid, dalam cerita ini digambarkan sebagai seorang yang menganut Islam garis keras, setelah menerima ajaran dari seorang ustadz. Selanjutnya terjadi konflik dan mengalami dilema dalam memahami islam saat menerima pengajaran dari Kiai Wahab yang penuh kasih, yang menekankan ajaran islam sebagai rahmat bagi alam semesta.

Cerita dalam film ini disamping menampilkan keseharian kehidupan para santri yang dikemas dalam nuansa penuh humor, seperti menyelinap keluar pondok untuk pergi ke pasar malam, mengintip anak perempuan pak Kiai, dan tertidur saat sholat subuh, juga menampilkan sisi lain yang jarang terkuak dari pondok pesantren ke masyarakat umum, yaitu poligami serta konflik dan kasus kehidupan lainnya.


Diterbitkan di: Desember 31, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.