• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Film>Resensi Film Daun di atas Bantal

.

Resensi Film Daun di atas Bantal

oleh : irmamuslimah     


Film ini merupakan sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata kehidupan anak jalanan dan diperankan juga oleh anak-anak

jalanan. Garin ingin mengungkapkan betapa masyarakat kecil seperti anak jalanan ini sering dipandang oleh pemerintah dan masyarakat. 


Hal itu tergambar dalam kebiasaan-kebiasaan anak jalanan yang digambarkan dengan apik oleh Garin. Di film ini diperlihatkan anak jalanan tersebut menghirup lem sebagai cara mereka untuk ”fly” seperti halnya menghirup narkoba. Merokok pun bukan hal asing bagi anak-anak jalanan walaupun usia mereka masih di bawah 10 tahun. 
Penindasan terhadap anak jalanan ini terlihat paling jelas ketika mereka meninggal, tapi mayat mereka tidak bisa terkuburkan hanya karena mereka tidak memiliki identitas yang jelas. Salah seorang anak bernama Heru bahkan dibunuh untuk kepentingan oknum-oknum tertentu yang berambisi mendapatkan uang dengan cara membuatkan KTP palsu untuk mereka yang namanya disesuaikan dengan nama orang yang diajukan kepada perusahaan asuransi, kemudian Heru dibunuh dan perusahaan asuransi membayar premi kepada oknum tersebut. 
Ketidakberdayaan anak-anak jalanan juga ditampilkan dengan sangat detail oleh Garin pada rumah dan lingkungan mereka yang kumuh. Dengan baju yang compang-camping. Tokoh utama yang hampir tidak menggunakan make up. 
Selain menampakkan kebiasaan anak jalanan, Garin juga menampilkan sebuah kebudayaan Yogyakarta yang khas dengan nuansa Jawa yang cukup kental. Alunan musik keroncong oleh musisi setempat walaupun yang dinyanyikan bukan lagu daerah melainkan lagu asing dengan musik campur sari dan keroncong. Logat Jawa masyarakat setempat sampai masyarakat Jawa yang terkenal ulet dalam bekerja yang ditampilkan dari beberapa orang perempuan yang menggendong beras malam hari, menjualkan daster dari orang ke orang dan kesabaran ketika banyak orang yang tidak membayar barang jualannya atau hutang. 
Diterbitkan di: Desember 14, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.