film sangat baik untuk semua kalangan remaja, dewasa maupun umum. Film harusnya berisi informasi yang dapat menghasilkan
kebaikan sehingga daya tangkap seorang untuk menonton tidak tertular misalnya film adegan kekerasan, film percintaan. Film yang menarik dan baik haruslah ditinjau dari akhlak budi manusia tersebut. Setiap skenario maupun adegannya hendaknya dikoreksi agar kesan tersebut bermutu sempurna dengan baik.Sekarang banyak adegan film yang dapat menjerumuskan penonton sehingga hasil dari naskah tersebut tidak diteliti dengan baik yang penting filmnya dapat diterbitkan kebioskop-bioskop tetapi tidak memikirkan dampak-dampak buruknya. Film ada apa dengan cinta hanya memfokuskan peran adegan kasmaraan dimana hanya memfokuskan persoalan percintaan yang tidak sesuai dengan kaidah berlaku sehingga orang yang nonton tersebut terpengaruh dengaan adegan kasmaran. Bagaimana selanjutnya jika film indonesia tidak mengkoreksi sisi buruknya hanya mengkoreksi sisi terbitnya saja. Walaupun para remaja hanya sekedar nonton tetapi imajinasi pikiran dan hayalannya dapat tertular jika melihat aksi-aksi percintaan tersebut.