Adalah tiga orang pemuda sahabat karib, yang baru lulus SMA, karena tugas orang tuanya salah satu dari mereka harus meninggalkan
Jakarta menuju Kalimantan, maka mereka pun berpisah.
Setelah 11 tahun kemudian mereka pun bertemu kembali dengan suasana yang beragam, Juno yang hidup mapan sebagai pengusaha kaya, sementara, Stefan pun sudah mempunyai istri dan hidup dengan bahagia, hanya saja masih saja Stefan tidak merasa cukup dengan istrinya, ia selalu mencari wanita lain untuk memenuhi nafsunya, ini pula yang menghiasi selingan cerita film ini.
Sementara Deni, belum juga memperoleh pasangan, karena saking polosnya dan mindernya dia kepada lawan jenisnya hingga sebelas tahun lamanya dia menjomblo.
Maka berusahalah kedua temannya untuk membantu Deni yang juga belum memperoleh istri tersebut, dengan berbagai upaya tentunya, apalagi diketahui bahwa dia harus memenuhi perjodohan bayaran dan harus mampu memenuhi seks istrinya dalam kondisi bagaimana pun dan kapan pun, maka makin minderlah dia dengan keberadaannya, karena ukuran burungnya yang kecil, lucunya malah kedua temannya taruhan 1 milyar bahwa si Deni mampu atau tidak memenuhi hal tersebut.
Suatu upaya ditempuh dengan membawanya kepada mak-siat, yang katanya masih keluarga mak-erot, Deni pun menjalani pengobatan yang tentu saja diselingi dengan berbagai kelucuan adegan dan humor yang menggelitik. Dan meski dengan mengantri ia pun ikut pengobatan tersebut, pengobatan pertama dia menjalani pemijatan oleh mak-siat.
Untuk melatih berfungsinya burung hasil pijatan tersebut disewalah seorang pecun dari tempat pelacuran, selama 1 bulan setengah, dasar kuper dan minder Deni malah tidak juga menggunakan senjatanya, malah repot sendiri alias grogi dan demam panggung, sampai habisnya masa pelatihan burung tersebut, dan pengobatan kedua pun harus dijalani.
Film terus berlanjut tentang usaha kedua temannya agar Deni dapat memaksimalkan kemampuannya dalam berhubungan seks. Cerita ini memang agak menggelitik tapi begitulah alur cerita ini bertutur, mungkin dengan maksud menyajikan sesuatu yang lucu dan menghibur, bisa jadi suatu realita meski jarang terjadi dalam kehidupan ini.
Pecun yang di sewa ternyata melakukan hal tersebut bukan sekedar kesenangan tapi memang murni untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan suaminya dalam penjara. Bisa jadi cerita inipun diangkat dari kisah nyata dalam kehidupan manusia yang fana ini. Dan juga menggambarkan betapa tidak semua Pecun/PSK menjalani pekerjaan dengan sukarela melainkan karena terpaksa.
Cerita ini bisa bercerita banyak tentang bagaimana seorang pecun yang baik menjalani tugas sebagai wanita sewaan seperti halnya seorang istri melayani suaminya, yang juga mengindikasikan bahwa dirinya memang bukan pecun sebenarnya, melainkan keadaannya lah yang memaksanya demikian.
Satu hal dapat diambil pelajaran dari kisah ini adalah bagaimana istri Stefan yang selalu mengalami goncangan akibat ulah suaminya yang selalu mengumbar nafsu dengan perempuan-perempuan diluar rumah, cerita ini pula yang menggugah penonton atau kaum lelaki pada umumnya untuk bertindak penuh kasih pada istrinya dirumah (paling tidak menghargainya) yang mana istrinya telah melayani dan menemaninya sepenuh hati.
Sebagai cerita penutup dari kisah ini adalah bagaimana akhirnya si Juno yang diam-diam menyukai calonnya Deni, mau membantu bapaknya yang sedang menjalani masa pencalonan dirinya sebagai calon pejabat di daerah Banten.
Dan sebagai penutup pula bagaimana Deni kemudian berusaha keras menemukan Pecun yang telah habis masa sewanya, karena dia jatuh cinta kepadanya, hal ini pun disampaikan kepada Stefan. Stefan pun mendukungnya untuk mencari dan memperjuangkan cintanya.
Sebagai penutup kisah, Juno yang jadi mau menikah dengan Dewi Sandra (anak calon pejabat Banten) berobat pula kedukun Mak’ erot Tesi untuk memuaskan calon istrinya tersebut, yang menuntut calon suaminya mempunyai burung yang panjang dan besar dan harus mampu memuaskannya.
more movie & music : www.mmhit.blogspot.com