Year after year, twenty-something women come to New York
City in search of two "L"s: Label and Love. Twenty years ago,
I was one of them. Having gotten the knack for labels early..
I concentrated on love" -Carrie Bradshaw-
Itulah kalimat pembuka Film Sex And The City (SATC).
Sebenernya saya hampir tidak pernah mengikuti serial Sex and The City (SATC) sewaktu masih tayang di tv. Jadi bagi penggemar serial ini, maaf sebelumnya jika resensinya nanti mungkin kurang mewakili, karena saya bukan penggemar serial ini. Saya Cuma kebetulan nonton ajah, dan ingin meresensi film yang abis saya tonton di Ekalokasari-Bogor, itu aja sih.
Aniwei, kalo dilihat secara umur sih, ini kayak film ”tante-tante return” gimana engga, diceritakan semua pemain udah berumur 40 keatas..loh!. Namun nama besar STAC rupanya masih manjadi nilai jual tinggi. Terbukti waktu saya nonton, penontonnya penuuuuhh…lain banget waktu aku nonton Film Kala, yang kalo gak salah dibintangi sama si Fahri Albar..dikiitt…banget penontonnya. Aku sampe mikir waktu itu, ini rugi gak sih..tapi sutralah..mo nonton ya nonton ajah, bawel amat seeh..?! hehhehe…
Kwartet SATC, Carrie Bradshow (
Sarah Jessica Parker), Miranda (Cyntia Nixon), Charlotte (
Kristin Davis), Samantha (
Kim Cattral) kembali bertemu. Sebagai tokoh sentral, tentu yang banyak di kisah Carrie yang seorang penulis fashion, yang ditonjolkan. Carrie dan kekasihnya Mr. Big (Chris Noth) berencana akan segera menikah, segala persiapan sudah dilakukan, termasuk gaun pengantin mahal hadiah dari designer ternama. Tak dinyana, Mr.Big justru menginginkan pernikahan yang sederhana dan hanya dihadiri oleh beberapa orang terdekatnya. Di hari H, Mr. Big bergulat dengan pikirannya, akhirnya Mr. Big memutuskan membatalkan pernikahan, Carrie tentu saja marah besar,malu dan merasa dicampakkan, apalagi dia dia sudah 10 tahun pacaran….
Waktu bergulir..Carrie dihibur teman-temennya akhirnya mengadakan liburan di Mexico yang semula untuk kejutan bulan madu…
Apakah akhirnya Carrie bisa melupakan Mr.Big, lalu bagaimana juga kisah 3 orang yang lain? Hmmm…..kalo diceritain semua gak seru kalee…
Intinya, film ini lumayan bagus plot ceritanya. Selain mengedepankan sisi kemanusian,persahabatan dan juga pamer baju-baju kelas dunia karya perancang adi busana tentunya. Untuk sebagai hiburan cucco’ banget deh bo..’ (pake logat bencong..
Tapi kalo nonton jangan ngajak anak-anak kecil…kalo mo nonton ama ponakan mending liat Kungfu Panda atau Best Friend ajah..hhehehhe…
cheerz
-Eviwidi-
Resensi lain tentang Sex And The City