Tren film horor ternyata belum berakhir. Mengenang film-film horor tahun 1970-an dulu, sutradara Rob Schmidt membuat film
Wrong Turn yang mengangkat misteri manusia gunung yang tinggal di Virginia Barat, Amerika Serikat.
Kisah berawal dari perjalanan Chris (Desmond Harrington) yang hendak pergi ke kota Raleigh untuk melakukan sebuah wawancara pekerjaan. Celakanya, baru sampai di tengah jalan Chris terhadang kemacetan yang luar biasa akibat kecelakaan lalu lintas. Karena ingin mengejar waktu, Chris berinisiatif mengambil jalan pintas yang sepi.
Lagi-lagi Chris tertimpa sial. Gara-gara terpukau melihat keindahan hutan, mobilnya menabrak sebuah mobil lain yang berhenti di tengah jalan akibat bannya kempes terkena kawat berduri. Insiden itu membawa Chris berkenalan dengan Jessie (Eliza Dushku) serta sahabat-sahabatnya, Carly (Emmanuelle Chriqui) dan tunangannya, Scott (Jeremy Sisto) serta Evan (Kevin Zegers) dan kekasihnya Francine (Lindy Booth). Karena tak mendapat sinyal, Jessie, Chris, Carly dan Scott sepakat berjalan kaki mencari telpon umum meminta bantuan. Sementara Evan dan Francine sengaja ditinggal untuk menjaga kedua mobil mereka yang ringsek.
Dari situlah serangkaian kejadian aneh mulai terjadi. Rombongan Jessie cs menemukan sebuah rumah tua di tepi hutan. Bukannya bantuan yang didapat, ternyata mereka banyak menemukan barang-barang aneh dan menakutkan di dalamnya. Sementara itu, Evan dan Francine mendapat serangan mendadak dari makhluk tinggi besar tak dikenal lengkap dengan wajah menakutkan itu.
Setelah menghabisi nyawa korbannya, makhluk tadi segera pulang ke rumah yang tak lain adalah rumah yang dimasuki Jessie cs.
Usut punya usut, makhluk mengerikan tadi adalah manusia gunung yang dikenal sebagai kanibal dan juga cerdik. Kini, giliran Jessie dan kawan-kawannya yang harus menyelamatkan diri dari ancaman manusia gunung yang buas itu. Tidak tanggung-tanggung, Jessie dkk harus menghadapi tiga manusia gunung sekaligus.
Kaget
Kalau film ini sekadar bertujuan memberikan rasa kaget dan menakutkan di antara penontonnya, bisa dibilang tujuan ini telah tercapai. Babak demi babak, film ini berhasil memberikan kejutan menegangkan bagi penontonnya. Lihat saja pada adegan ketika Jessie dkk memasuki dan menyelidiki rumah ketiga manusia gunung itu.
Ini memang sejalan dengan keinginan sang sutradara, Rob Schimdt, yang ingin mengembalikan nostalgia penonton akan rasa tegang dan takut yang tercipta setelah menyaksikan film-film horor tahun 1970-an dulu seperti Jaws. Jika setelah menyaksikan Jaws penonton akan merasa takut berenang di laut, sementara Wrong Turn membuat orang akan takut bepergian ke hutan.
Orang yang bertanggungjawab untuk menciptakan kesan menakutkan ini adalah Stan Winston yang kerja rangkap sebagai produser merangkap pembuat character effects yang telah memenangkan penghargaan Academy Awards sebanyak empat kali untuk kategori character effects, yaitu film Jurassic Park, Terminator 2: Judgement Day dan Aliens.
Kalau sampai dipilih tema manusia gunung, ini adalah berkat ide dari penulis skenarionya, Alan B McElroy yang menyerahkan skenario ini kepada temannya Brian Gilbert, yang tak lain adalah Wakil Presiden Senior di Stan Winston Productions sekaligus partner Winston dalam hal memproduseri film. Winston yang merasa terpukau akan kengerian yang terkandung dari skenario MCElroy, sepakat akan mengangkat kisah ini ke atas layar lebar.
Manusia Gunung
Sama seperti Jurassic Park yang mengangkat dinosaurus berdasarkan penyelidikan ilmiah, demikian pula Wrong Turn mengangkat manusia gunung yang memang benar-benar eksis secara ilmiah. Untuk menimbulkan kesan dramatis dan menakutkan, sama seperti Jurassic dulu, manusia gunung juga dibuat menjadi ganas dengan wajah menakutkan.
Sayang, walau sudah menggunakan efek maupun make up sedemikian rupa, ternyata film ini tak cukup menjadi sebuah film horor yang cerdas akibat lemahnya skenario. Sepanjang cerita ada berbagai kejanggalan yang terjadi dan membuat penonton bertanya-tanya. Beda dengan Mothman Prophecy yang mengungkap alasan dibalik adanya makhluk aneh hasil rekayasa genetika, Wrong Turn tidak mengungkapkan alasan atau sejarah munculnya mahkluk gunung tersebut.
Tidak juga diceritakan mengapa manusia gunung itu menjadi kanibal dan sedemikian cerdiknya, bahkan bisa dikatakan berbudaya karena mereka mengenakan pakaian lengkap, bisa menyetir mobil dan menembak.
Satu hal yang cukup mengganggu lagi adalah ketika di awal film diceritakan bahwa banyak orang yang dinyatakan hilang secara misterius di kawasan Virginia Barat, tetapi anehnya mengapa polisi setempat tidak tanggap dan terkesan tidak tahu apa-apa soal berbagai insiden yang memakan banyak nyawa manusia itu.
Kejanggalan lainnya yang mencolok adalah ketika kaki Chris tertembak manusia gunung tetapi masih mampu berjalan jauh, demikian pula ketika Jessie tertangkap, beda dengan korban lainnya ia tak langsung dibunuh.
Pada akhirnya, film ini hanya menyisakan rasa ngeri dan jijik akibat menyaksikan kekejaman manusia gunung yang berlebihan. Entah mengapa, serangkaian adegan pembantaian yang mengingatkan kita akan peristiwa Sumanto ini malah tidak lolos sensor