Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Pediatri>Terapi seni untuk "mencerdaskan otak anak"(canina_rosa)

Terapi seni untuk "mencerdaskan otak anak"(canina_rosa)

oleh: canina_rosa    
ª
 
12.00 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}

Anak adalah aset berharga bagi orangtua. Setiap orangtua pasti ingin anaknya cerdas. Musik adalah salah satu sarana pelepasan emosi yang positif dan besar manfaatnya bagi perkembangan anak-anak untuk masa depan.

Terapi seni tersebut dapat diterapkan dalam berbagai macam bentuk seni. Seorang psikolog keluarga Monty Prawiratirta Satiadarma pada sebuah diskusi di Pusat Kebudayaan Amerika , memperkenalkan konsep seni. Terapi seni ini terutama dapat dilakukan dengan menggambar menggunakan krayon dan pensil berwarna atau untuk batita melalui permainan lilin warna atau yang biasa disebut clay.

Terapi seni ini bisa dikenalkan sedini mungkin bahkan pada anak yang usianya 20. Terapi seni dengan clay baik untuk mengembangkan mengembangkan motorik halus anak.

Terapi seni di Indonesia tidak terlalu dominan, karena keseragaman pola pendidikan. Padahal, otak kiri dan kanan anak harus dibuat seimbang. Kebanyakan sekolah di Indonesia lebih mementingkan pendidikan matematis sehingga terkadang bila anak itu berkembang di bidang seni tidak ada yang banyak perduli. Perkembangan musikkal dan artistik belakangan ini dikedepankan padahal di negara maju seperti Jepang dan Amerika pada semester pendek anak-anak belajar main musik, akan tetapi di Indonesia diajarkan dengan belajar berhitung.

Penyembuhan trauma pada anak pasca tsunami di Aceh juga dilakukan dengan terapi seni oleh Dr. Monty Satiadarma. Beliau diminta oleh UNFPA (United Nations Population Fund, Badan PBB yang mengawasi kesejahteraan perempuan dan anak-anak di dunia) untuk datang ke lokasi pengungsi anak-anak. Anak-anak pada kampung nelayan tersebut menggambar dan setelah dianalisis . Terdapat perubahan yang bagus, yang pada mulanya terancam secara emosional menjadi menerima dan sekarang menjadi penuh harap. Hasil analisis tersebut disajikan di Fukusima, Jepang. Akan tetapi di Jepang sedikit berbeda karena di Jepang terapi menggambar dipadukan dengan musik.


Diterbitkan di: 21 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.